Gatot Nurmantyo Sebut Rizieq Shihab Nasionalis yang Kawal Pancasila

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ikut menjadi pembicara dalam Kampanye Capres 02, Prabowo Subianto di Surabaya, 12 April 2019. Video Live Streaming/Facebook Prabowo Subianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo setuju dengan revolusi akhlak yang digaungkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

    Ia mengapresiasi ceramah Rizieq tentang revolusi akhlak. "Enggak bisa dipungkiri lagi bahwa HRS adalah seorang nasionalis yang mengawal tujuan murni Pancasila seperti yang dilakukan oleh KAMI yaitu dengan gerakan moral yang mengawal cita-cita luhur bangsa," kata Gatot dalam acara Dialog Nasional 212 yang disiarkan Youtube Front TV, Rabu, 2 Desember 2020.

    Selain mengapresiasi pidato Rizieq, Gatot Nurmantyo juga meminta orang-orang tak mengasihi tiga koleganya, Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, dan Anton Permana. Polisi menangkap ketiganya dalam kasus ujaran kebencian. Gatot mengatakan justru para penyidik Kepolisian yang harus dikasihani.

    "Jangan kasihani mereka, karena mereka bukan pejuang-pejuang karbitan. Justru yang kita kasihani adalah penyidik," kata Gatot.

    ADVERTISEMENT

    Gatot mengatakan para penyidik Kepolisian adalah orang-orang yang pintar dan cerdas. Menurut dia, hati mereka pun terbebani lantaran menangkap para aktivis KAMI.

    "Dia batinnya tersiksa, karena dia melakukan pelanggaran hukum dengan menangkap KAMI, mereka ditangkap tanpa barang bukti," ujar mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.