Ikatan Dokter Anak Nilai Pembelajaran Jarak Jauh Masih Lebih Aman

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SDN Marmoyo, mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan gawai secara bergantian di rumah warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 8 Agustus 2020. Kondisi ini memaksa anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil untuk berkumpul di rumah-rumah warga yang menyediakan akses internet melalui WiFi agar dapat mengakses pelajaran. Beberapa siswa ada yang bergantian memakai ponsel karena orang tua mereka tidak mampu membelikan gawai untuk belajar. ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF

    Sejumlah siswa SDN Marmoyo, mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan gawai secara bergantian di rumah warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 8 Agustus 2020. Kondisi ini memaksa anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil untuk berkumpul di rumah-rumah warga yang menyediakan akses internet melalui WiFi agar dapat mengakses pelajaran. Beberapa siswa ada yang bergantian memakai ponsel karena orang tua mereka tidak mampu membelikan gawai untuk belajar. ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menilai sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih lebih aman untuk diberlakukan. Sikap itu dipilih setelah menimbang dan memperhatikan panduan dari WHO, publikasi ilmiah, publikasi di media massa, dan data Covid-19 di Indonesia.

    "Maka saat ini IDAI memandang bahwa PJJ lebih aman," ucap Ketua Umum IDAI Aman B. Pulungan melalui keterangan tertulis pada Rabu, 2 November 2020.

    Di sisi lain, IDAI mengeluarkan rekomendasi jika nanti sekolah dan orang tua setuju pembelajaran tatap muka di mulai. Salah satunya adalah sekolah hendaknya memenuhi standar protokol kesehatan Dinas Kesehatan dan Organisasi Profesi Kesehatan yang memadai sesuai anjuran.

    Selain itu, perlu adanya mekanisme kontrol akan pemenuhan standar protokol kesehatan tersebut. Serta, adanya standar operasional prosedur apabila terdapat murid, guru, atau staf yang sakit dan terkonfirmasi Covid-19.

    Sedangkan dari sisi orang tua, langkah awal yang IDAI imbau adalah orang tua dan anggota keluarga dewasa diharapkan mulai memperkenalkan 3M, yakni menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan sedari dini. Hal itu akan memunculkan sikap disiplin hidup bersih oleh anak di mana pun berada.

    "Pertimbangkan juga, apakah anak sudah mampu melaksanakan 3M? Apakah anak masih sangat perlu pendampingan orang tua saat sekolah? Apakah anak memiliki kondisi komorbid yang dapat meningkatkan risiko tertular? Adakah kelompok lanjut usia yang tinggal serumah?" kata Aman.

    Lebih lanjut, Ikatan Dokter Anak Indonesia meminta orang tua juga harus mempersiapkan rencana transportasi, bekal makan dan minum, hingga langkah tindak lanjut jika mendapat kabar dari sekolah bahwa anak sakit.

    Aman pun menganjurkan agar orang tua mengajarkan anak untuk mengenali tanda dan gejala awal sakit, dan segera melapor ke pihak sekolah apabila merasakan gejala.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.