Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19

Reporter

Editor

Amirullah

image-gnews
Seorang anak yang terinfeksi HIV/AIDS, belajar menulis di Rumah Aira, di Semarang, Kamis, 21 November 2019. Hingga saat ini, Rumah Aira telah merawat 16 anak pengidap HIV/AIDS atau ODHA. ANTARA/R. Rekotomo
Seorang anak yang terinfeksi HIV/AIDS, belajar menulis di Rumah Aira, di Semarang, Kamis, 21 November 2019. Hingga saat ini, Rumah Aira telah merawat 16 anak pengidap HIV/AIDS atau ODHA. ANTARA/R. Rekotomo
Iklan

TEMPO.CO, JakartaKementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan bahwa upaya penanganan HIV/AIDS tidak boleh luput dari perhatian semasa pandemi Covid-19.

"Di tengah kondisi pandemi saat ini, isu HIV/AIDS tidak boleh luput dari perhatian," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, ia mengemukakan, peningkatan upaya promotif dan preventif diprioritaskan dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Ia juga mengemukakan pentingnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit infeksi menular seksual (PIMS) dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Ketua Tim Penasihat Kolegium Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Sjaiful Fahmi Daili menyatakan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini merupakan bagian penting dalam upaya mencegah penularan virus perusak kekebalan tubuh yang menyebabkan AIDS.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Edukasi seksual harus meliputi aspek moral, sosial, kesehatan dan agama, di mana dokter akan berperan memberikan pengobatan dan pemerintah mendesain program dan regulasi," katanya.

Ia menambahkan, pendidikan kesehatan reproduksi mesti dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

Menurut data Kementerian Kesehatan mengenai penularan HIV/AIDS dan PIMS pada triwulan II Tahun 2020, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diperkirakan mencapai 543.100 orang dan 398.784 orang di antaranya telah ditemukan. Di antara ODHA yang sudah ditemukan, baru 205.945 orang yang mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jokowi Bubarkan KPCPEN, Penanganan Covid-19 di Masa Endemi Dilakukan oleh Siapa?

1 jam lalu

Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam keterangannya terkait Kebijakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan Panduan Protokol Kesehatan Ramadan dan Idulfitri 1443 H, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022. Situasi pandemi yang membaik juga membawa optimisme menjelang datangnya bulan suci Ramadan, warga diperbolehkan mudik Lebaran dengan sejumlah ketentuan. BPMI Setpres
Jokowi Bubarkan KPCPEN, Penanganan Covid-19 di Masa Endemi Dilakukan oleh Siapa?

Presiden Jokowi secara resmi mengakhiri masa tugas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Jumat pekan lalu.


Platform SATUSEHAT Bersertifikasi ISO 27001, Diakui di 100 Negara

3 hari lalu

Ilustrasi - Seorang pengguna aplikasi SatuSehat, pengganti PeduliLindungi, memperlihatkan layar ponselnya saat akan mengakses layanan di Jakarta, Selasa 28 Februari 2023. ANTARA/Andi Firdaus
Platform SATUSEHAT Bersertifikasi ISO 27001, Diakui di 100 Negara

Platform SATUSEHAT mengintegrasikan suatu big data yang dibutuhkan untuk layanan kesehatan.


Hepatitis B Banyak Ditularkan dari Ibu ke Anak, Begini Penjelasannya

7 hari lalu

Ilustrasi hepatitis. Shutterstock
Hepatitis B Banyak Ditularkan dari Ibu ke Anak, Begini Penjelasannya

Di Indonesia, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, kebanyakan kasus hepatitis B ditularkan dari ibu ke anak.


Hari Hepatitis Sedunia, Ragam Upaya Pemerintah untuk Menekan Kasusnya

10 hari lalu

Ilustrasi hepatitis. Shutterstock
Hari Hepatitis Sedunia, Ragam Upaya Pemerintah untuk Menekan Kasusnya

Hari Hepatitis Sedunia, Kemenkes berupaya menekan kasus dengan melibatkan peran masyarakat agar target eliminasi pada 2030 dapat tercapai.


Langkah Kemenkes Tangani Radang Otak Akibat Gigitan Nyamuk Culex

12 hari lalu

Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)
Langkah Kemenkes Tangani Radang Otak Akibat Gigitan Nyamuk Culex

Kemenkes dan berbagai kepentingan terkait menyusun dokumen untuk menanggulangi radang otak akibat gigitan nyamuk Culex.


Saran IDI untuk Cegah Kasus Bullying Dokter Residen

13 hari lalu

Ilustrasi dokter. Sumber: Getty Images/iStockphoto/mirror.co.uk
Saran IDI untuk Cegah Kasus Bullying Dokter Residen

Praktik perundungan atau bullying dokter residen sudah puluhan tahun tidak pernah berani diungkapkan.


Kasus Bullying Dokter Senior ke Peserta Didik, Bentuk dan Cara Mengatasinya Menurut Kemenkes

14 hari lalu

ilustrasi konsultasi dokter (pixabay.com)
Kasus Bullying Dokter Senior ke Peserta Didik, Bentuk dan Cara Mengatasinya Menurut Kemenkes

Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, kasus bullying dokter senior pada peserta didik calon dokter telah berlangsung puluhan tahun.


5 Juta Anak Stunting di Indonesia, Ini Tindakan yang Diambil Kemenkes

16 hari lalu

Ilustrasi stunting. freepik.com
5 Juta Anak Stunting di Indonesia, Ini Tindakan yang Diambil Kemenkes

Wamenkes meminta pihak terkait lebih memperhatikan 5 juta anak stunting dengan memberikan pengawalan yang tata laksananya disesuaikan siklus hidupnya.


Cegah Penularan, Pasien TBC akan Disediakan Tempat Karantina

17 hari lalu

Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Cegah Penularan, Pasien TBC akan Disediakan Tempat Karantina

Kemenkes sedang menyusun teknis karantina bagi pasien TBC demi memutus rantai penularan penyakit kepada orang sekitar.


Fakta Bahaya Pemanis Buatan Aspartam, Kemenkes dan WHO Minta Batasi Konsumsinya

19 hari lalu

Pemanis buatan (Pixabay.com)
Fakta Bahaya Pemanis Buatan Aspartam, Kemenkes dan WHO Minta Batasi Konsumsinya

Kemenkes dan WHO menggolongkan pemanis buatan atau aspartam sebagai bahan baku kimia pada makanan dan minuman yang perlu dibatasi konsumsinya. Bahaya?