Kapolri Sebut Tak Ada Lagi Perwira Polri Menganggur Setelah Sekolah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan arahan acara pembekalan Calon Perwira Remaja TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 8 Juli 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan arahan acara pembekalan Calon Perwira Remaja TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 8 Juli 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, tidak ada lagi anggota polisi yang menjadi Analis Kebijakan atau perwira polri menganggur setelah mereka lulus sekolah di bawah kepemimpinannya. Mereka yang telah selesai sekolah, langsung ditempatkan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

    "Pembinaan personel mengacu pada reward and punishment. Dan di era ini, tidak ada anjak lagi. Semua sudah ditempatkan sesuai dengan kompetensinya," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan tertulis pada Kamis, 26 November 2020.

    Argo menjelaskan, perombakan personel ini merupakan salah satu program Kapolri Jenderal Idham Azis untuk membenahi intenal Polri. Ia mengatakan, dulu, para komisaris besar harus menunggu satu sampai dua tahun untuk mendapat penempatan.

    "Sekarang tidak lagi. Mereka yang lulus sekolah langsung diberi job," kata Argo.

    Lebih lanjut, Argo mengatakan, perombakan manajemen organisasi ini merupakan penguatan Polri yang profesional, modern dan terpercaya. "Ini merupakan implementasi satu dari tujuh program prioritas Kapolri dalam mewujudkan SDM unggul," ucap dia.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pam Swakarsa, dari Reformasi hingga Wacana Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Listyo menyampaikan berbagai gagasan akan menghidupkan kembali pam swakarsa.