Anita Kolopaking Mengaku Dapat USD 50 Ribu Dari Jaksa Pinangki

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara Joko Tjandra, Anita Kolopaking menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta,  Senin, 27 Juli 2020. Pertemuan Anita dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Anang Supriatna terungkap dari video yang beredar di media sosial lewat akun Twitter @xdigeeembok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pengacara Joko Tjandra, Anita Kolopaking menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta, Senin, 27 Juli 2020. Pertemuan Anita dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Anang Supriatna terungkap dari video yang beredar di media sosial lewat akun Twitter @xdigeeembok. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penasihat hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, mengakui mendapat USD 50 ribu (sekitar Rp740 juta) dari Jaksa Pinangki Sirna Malasari. "Terima 50 ribu dolar AS dari terdakwa," kata Anita di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu, 25 November 2020.

    Dalam sidang itu, Anita menjadi saksi untuk terdakwa mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung Pinangki Sirna Malasari.

    Dalam surat dakwaan disebutkan Jaksa Pinangki telah menerima uang sebesar USD 500 ribu dolar AS (sekitar Rp7,4 miliar) dari Djoko Tjandra melalui Andi Irfan Jaya. Lalu sebesar USD 50 ribu sudah diberikan kepada Anita Kolopaking pada 26 November 2019.

    "Pinangki sempat ngomong bahwa akan dikasih 500 ribu dolar AS. Saya memang berharap 500 ribu dolar AS, tapi Pinangki mengatakan 'belum, belum' terima. Yang saya ingat dia (Pinangki) mengatakan nanti kalau sudah ada dari Andi Irfan Jaya akan dikasih tahu," tambah Anita.

    Anita mengaku menerima USD 50 ribu lounge Darmawangsa Essense Kebayoran Baru. "Tapi saya kecewa waktu terima dari Pinangki belum dapat 'legal fee' seperti dia katakan karena Andi Irfan belum dapat," ungkap Anita.

    Anita lantas meminta Pinangki untuk meminjamkan uang karena sedang membutuhkan dana untuk biaya operasional. "Saya jadi berpikir kok saya pinjam uang dia? Harusnya saya terima 'legal fee' kok malah saya jadi pinjam uang dia," tambah Anita.

    Namun Anita mengaku menerima 50 ribu dolar AS dalam 5 blok yang masing-masing pecahan 100 dolar AS dan dibungkus di dalam amplop. Anita terus menanyakan ke Pinangki dan meminta menanyakan apakah Andi Irfan sudah mendapatkan uang yang dititipkan oleh Djoko Tjandra.

    "Saya pikir ini dari Djoko Tjandra. Saya tanyakan terus ke Pinangki 'Mbak tolong dong Andi Irfan Jaya sudah kasih belum, kata bapak (Djoko Tjandra) kan titip ke Andi Irfan Jaya, tapi sampai jam 7 malam tidak ada kabar. Jadi saya agak dongkol karena saya dengar persis bapak (Djoko Tjanra) bilang titip ke Andi Irfan Jaya, tidak mungkin bapak bohong ke saya," ungkap Anita.

    Menurut Anita, atas desakan itu Pinangki pun meminjamkan uangnya ke Anita dan meminta datang ke apartemen Dharmawangsa sekitar pukul 21.30 WIB.

    Dalam sidang 11 November 2020, Jaksa Pinangki mengatakan tidak pernah memberikan uang kepada Anita Kolopaking karena tidak berada di apartemen pada 26 November 2019. Ia mengaku saat itu berada di rumah orang tuanya di Sentul, Bogor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.