Pilkada 2020, Polri Selidiki Dugaan Pidana Pemilu Pasangan Mulyadi - Ali Mukhni

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara di tahap penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung untuk mensinkronkan fakta yang diperoleh terkait insiden kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari olah tempat kejadian perkara sebanyak enam kali. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara di tahap penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung untuk mensinkronkan fakta yang diperoleh terkait insiden kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari olah tempat kejadian perkara sebanyak enam kali. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri mulai melakukan penyelidikan kasus dugaan tindak pidana pemilihan umum (pemilu) oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Pilkada 2020, Mulyadi - Ali Mukhni. Pasangan ini diketahui dilaporkan ke polisi pada 22 November 2020.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan, penyelidikan dilakukan setelah adanya kajian oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kepolisian, serta pendampingan dari jaksa.

    "Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) sepakat bahwa perkara tersebut merupakan tindak pidana pemilihan dan direkomendasikan untuk diteruskan ke penyidik," kata Awi melalui konferensi pers daring pada 24 November 2020.

    Awi mengatakan, penyidik pun memiliki waktu selama dua pekan untuk mengusut dugaan tindak pidana pemilu ini. Pihak Bawaslu sebelumnya sudah melakukan pengkajian internal selama lima hari.

    "Proses penyidikan selama 14 hari kerja oleh penyidik Gakumdu dari unsur Polri terhitung semenjak dilaporkan," ucap Awi.

    Mulyadi-Ali Mukhni diduga melakukan kampanye Pilgub Sumbar 2020 melalui media televisi lebih awal. Kandidat yang diusung Partai Demokrat dan PAN itu menampilkan slogan yang digunakan serta menyampaikan visi dan misi. Padahal, berdasarkan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kampanye baru diperbolehkan mulai pada 22 November-2 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pam Swakarsa, dari Reformasi hingga Wacana Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Listyo menyampaikan berbagai gagasan akan menghidupkan kembali pam swakarsa.