Saat Firli Bahuri Singgung Buku yang Dibaca Anies How Democracies Die

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Firli Bahuri bersiap menjalani pembacaan putusan sidang etik di KPK, Jakarta, Kamis, 24 September 2020. Firli dianggap telah melanggar kode etik karena menggunakan helikopter dalam perjalanan di Sumatera Selatan dan saat kembali ke Jakarta pada Juni 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Ketua KPK Firli Bahuri bersiap menjalani pembacaan putusan sidang etik di KPK, Jakarta, Kamis, 24 September 2020. Firli dianggap telah melanggar kode etik karena menggunakan helikopter dalam perjalanan di Sumatera Selatan dan saat kembali ke Jakarta pada Juni 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menyinggung buku berjudul How Democracies Die. Buku tersebut sebelumnya viral setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah foto dirinya membaca buku itu di Instagram.

    "Kalau kemarin saya lihat ada di media Pak Anies membaca How Democracies Die. Bukunya ada Why Nation Fail, itu sudah lama saya baca, tahun 2002 sudah baca buku itu. Kalau ada yang baru baca sekarang, baru bangun. Makannya banyak yang mengkritisi kan, sudah lama buku itu," kata Firli Bahuri saat agenda serah terima aset negara dari KPK, yang disiarkan di YouTube, Selasa, 24 November 2020.

    Buku How Democracies Die karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt diterbitkan pada 2018. Buku itu membeberkan kematian demokrasi yang justru terjadi lewat proses paling demokratis seperti pemilu. Adapun, buku Why Nation Fail ditulis oleh Daron Acemoglu dan James A. Robinson dan terbit pada 2012.

    Firli menuturkan dalam buku Why Nation Fail dijelaskan bahwa salah satu sebab negara banyak yang gagal adalah korupsi. Menurut dia, korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan warga negara dan perekonomian. "Tetapi korupsi adalah kejahatan yang merasuk kepada seluruh sendi-sendi kehidupan, seluruh aspek kehidupan bisa berdampak kalau ada korupsi," kata dia.

    Karena itu, menurut Firli, pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan tiga tujuan. Pertama, penyelamatan keuangan negara, kedua menjamin hak-hak warga negara dan ketiga menjamin keselamatan bangsa serta warga negara. "Tiga hal itu yang harus kita pahami kenapa kita harus melakukan pemberantasan korupsi," kata dia.

    Catatan: Artikel ini mengalami pengubahan judul dari yang semula 'Firli Bahuri Sebut Telah Membaca Buku yang Dibaca Anies Sejak 2002' karena ada kesalahan substansi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Merah Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat di Bareskrim

    Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.