Mabes Polri Enggan Menanggapi Bursa Nama Calon Kapolri

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara di tahap penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung untuk mensinkronkan fakta yang diperoleh terkait insiden kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari olah tempat kejadian perkara sebanyak enam kali. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara di tahap penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung untuk mensinkronkan fakta yang diperoleh terkait insiden kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari olah tempat kejadian perkara sebanyak enam kali. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI enggan mengomentari sejumlah nama bakal calon pengganti Jenderal Idham Azis yang beredar. Idham, Kepala Kepolisian RI saat ini, akan pensiun pada Januari 2021. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, siapa yang cocok menggantikan Idham merupakan penilaian Presiden Joko Widodo.

    "Itu hak prerogatif Presiden. Tidak perlu ditanggapi, itu haknya Presiden. Sama-sama tunggu siapa pilihannya Presiden," ucap Awi di kantornya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 19 November 2020.

    Indonesia Police Watch (IPW) sebelumnya mencatat ada delapan nama yang diperkirakan masuk ke bursa calon Kapolri. Delapan nama itu terdiri dari lima jenderal bintang tiga (komisaris jenderal) dan tiga jenderal bintang dua (inspektur jenderal). Mereka adalah lulusan Akademi Kepolisian Tahun 1988 A hingga 1991.

    Nama-nama itu adalah Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri Komisaris Jenderal Rycko Amelza, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Komisaris Jenderal Agus Andrianto, Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

    Juga Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi, dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Fadil Imran.

    Namun, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot jabatan Nana sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Alhasil, IPW menilai akan ada perubahan dalam susunan nama-nama tersebut.

    "Sebelumnya IPW melihat ada delapan nama. Setelah Kapolda Metro dicopot, peta bursa pasti berubah. Jadi kita pantau bersama hingga akhir Desember siapa saja yang berpeluang," kata Neta saat dihubungi pada 17 November 2020.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.