Setahun Bekerja, Kiprah Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Tak Terlihat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) memperkenalkan tujuh staf khusus yang baru dari kalangan milenial di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    Presiden Jokowi (kiri) memperkenalkan tujuh staf khusus yang baru dari kalangan milenial di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai belum ada kerja signifikan yang dilakukan staf khusus (stafsus) milenial Presiden Joko Widodo. Justru, Adi menilai nama-nama mereka lebih sering muncul karena kontroversinya.

    "Stafsus millenial tak terlihat kerjanya, malah yang mengemuka aksi kontroversi mereka yang kerap merugikan presiden," ujar Adi saat dihubungi Tempo, Selasa, 10 November 2020.

    Yang paling terakhir adalah salah satu stafsus milenial Jokowi, Aminuddin Ma'ruf, yang mengeluarkan surat perintah kepada Dewan Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia. Hal ini dikritik keras oleh Ombudsman RI yang menyatakan bahwa stafsus presiden tak memiliki otoritas mengeluarkan surat perintah.

    Sebelumnya, ada juga nama-nama seperti Adamas Belva Devara dan Andi Taufan Garuda Putra. Keduanya juga sempat terseret masalah sebelum memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

    "Mesti segera dievaluasi, lama-kelamaan akan jadi beban buat presiden. Merugikan wajah Istana karena stafsusnya kerap blunder," kata Adi.

    Adi mengatakan Jokowi seharusnya menegur stafsus millenialnya yang berbuat kesalahan. Ia menilai blunder seperti yang dilakukan Aminuddin Ma'ruf kontraproduktif karena tak ada visi misi menteri, apalagi visi misi stafsus.

    "Kasus ini menunjukkan stafsus millenial tak matang jadi pembantu presiden. Layak dievaluasi," kata Adi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.