Tito Karnavian Akan Pecat Praja IPDN yang Terlibat Kekerasan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai launching Gerakan 2 Juta Masker di Kantor Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2020. Gerakan 2 Juta Masker merupakan sebuah gerakan agar semakin banyak warga yang menggunakan masker untuk menghindari paparan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai launching Gerakan 2 Juta Masker di Kantor Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2020. Gerakan 2 Juta Masker merupakan sebuah gerakan agar semakin banyak warga yang menggunakan masker untuk menghindari paparan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan agar jangan lagi ada budaya kekerasan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tito mengatakan akan menindak tegas jika masih ada praja yang melakukan kekerasan.

    Praja itu akan dipecat dan dituntut sesuai hukum pidana. "Kalau kedengaran itu, saya akan perintahkan kepada pak rektor untuk pecat, laporkan ke polisi dan pidanakan," kata Tito, Sabtu, 7 November 2020.

    Pesan Mendagri itu disampaikan saat memberi kuliah umum bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Lapangan Parade Abdi Praja IPDN Jatinangor, Sumedang Jawa Barat. 

    Menurut Mendagri, muda praja yang baru dilantik kemarin akan dibentuk menjadi manusia yang mendekati paripurna dan memiliki kemampuan intelektual yang baik dengan ilmu-ilmu dasar, dan ilmu pemerintahan.

    "Kemudian diperkuat dengan jasmani dan kesehatan yang baik dan yang ketiga dilengkapi dengan moralitas dan mentalitas yang baik," ujar mantan Kapolri ini.

    Jadi, kata Tito, pintar saja tanpa diikuti dengan moralitas yang baik akan dikeluarkan dari IPDN, meskipun sang praja memiliki kesehatan jasmani baik. Begitu juga dengan pintar, mental bagus, tapi sakit-sakitan, akan dikeluarkan dari IPDN. 

    "Moral baik, jasmani baik tapi nilainya D semua, itu juga akan out dari IPDN. We are creating the best among the best, lembaga ini berusaha membentuk adik-adik menjadi orang yang terbaik dari orang yang terbaik," tutur Mendagri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.