JK Siap Kirim Relawan PMI Bantu Evakuasi Korban Gempa di Turki

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk, Prijono Sugiarto (kiri) memberikan sambutan bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia yang sekalgius mejabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (kedua kiri) dan Pelaksana Harian Palang Merah Indonesia, Ginanjar Kartasasmita pada pembukaan acara pemberian 10 truk tangki air di Gedung Pusat PMI, Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 8 Februari 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk, Prijono Sugiarto (kiri) memberikan sambutan bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia yang sekalgius mejabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (kedua kiri) dan Pelaksana Harian Palang Merah Indonesia, Ginanjar Kartasasmita pada pembukaan acara pemberian 10 truk tangki air di Gedung Pusat PMI, Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 8 Februari 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengatakan siap mengirim relawan PMI ke Turki untuk membantu evakuasi korban gempa bumi apabila dibutuhkan.

    “Kami siap membantu apabila benar-benar dibutuhkan. Karena Turki ini salah satu negara yang membantu kita waktu tsunami Aceh pada 2004 silam," kata JK dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 31 Oktober 2020.

    Jusuf Kalla mengaku turut prihatin atas gempa berkekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang kawasan pesisir barat Turki. Indonesia, kata JK, juga sering mengalami gempa. "Tapi di Turki ini agak besar sedikit karena banyak yang meninggal, karena itu kami PMI berbelasungkawa untuk itu," ujarnya.

    Gempa yang mengguncang Turki terjadi di kawasan pesisir barat, berdekatan dengan Pulau Samos, Laut Aegean. Titik gempa berada pada jarak 11 mil (17 kilometer) dari pesisir barat Turki dan terjadi pada pukul 13.51 waktu setempat. Belum diketahui pasti berapa jumlah korban namun dilaporkan ada 20 bangunan yang roboh akibat gempa tersebut.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.