KPK Tangkap Hiendra Soenjoto, Buron Kasus Nurhadi, di Apartemen di BSD

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, terpasang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di laman website KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. KPK mengingatkan dan meminta Hiendra Soenjotountuk segera menyerahkan diri karena telah ditetapkan sebagai pelaku memberi hadiah atau janji kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. TEMPO/Imam Sukamto

    Foto tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, terpasang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di laman website KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. KPK mengingatkan dan meminta Hiendra Soenjotountuk segera menyerahkan diri karena telah ditetapkan sebagai pelaku memberi hadiah atau janji kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - KPK akhirnya menangkap buronan kasus suap Hiendra Soenjoto. Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal itu ditangkap di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

    Sumber yang mengetahui penangkapan ini menyebutkan bahwa Hiendra ditangkap di Apartemen Roseville, BSD. Tim KPK yang salah satunya beranggotakan Novel Baswedan itu menangkap Hiendra tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Hiendra kini sudah berada di Gedung KPK, Jakarta Selatan. Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri belum merespon ihwal penangkapan tersebut.

    KPK menetapkan Hiendra menjadi tersangka pemberi suap kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya, Rezky Hebriyono. Ketiganya ditetapkan menjadi buronan sejak Februari 2020.

    Nurhadi dan menantunya sudah ditangkap lebih dulu pada awal Juni 2020. Dalam surat dakwaan untuk Nurhadi, KPK menyebut Hiendra memberikan suap sebanyak Rp 45,7 miliar. Hiendra diduga memberikan uang kepada Nurhadi untuk mengurus perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo container milik PT KBN seluas 57.330 meter persegi dan seluas 26.800 meter persegi di wilayah KBN Marunda, Jakarta Utara.

    Selain itu, Hiendra diduga memberikan uang kepada Nurhadi untuk mengurus gugatan Azhar Umar. Azhar Umar menggugat Hiendra Soenjoto atas perbuatan melanggar hukum di antaranya terkait akta nomor 116 tanggal 25 Juni 2014 tentang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan perubahan susunan Komisaris PT MIT ke PN Jakarta Pusat, dan berlanjut hingga tingkat kasasi. Hiendra diduga memberikan uang supaya bisa menang dalam perkara itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siap-Siap Sekolah Saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk mempersiapkan anak-anak kembali ke sekolah tatap muka setelah penutupan karena pandemi Covid-19.