Minggu, 18 Februari 2018

Djafar Umar Thalib Minta Mabes Polri SP3-kan Kasusnya

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 28 Agustus 2003 10:53 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Komandan Laskar Jihad Djafar Umar Thalib mendatangi Mabes Polri mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus yang melibatkan dirinya, Senin (8/10) siang. Kasus yang membuatnya berurusan dengan polisi adalah vonis hukum rajam terhadap pengikut Laskar Jihad di Ambon, Maluku beberapa waktu lalu yang mengaku berzina. Kami minta agar segera keluar SP3 untuk kasus saya itu, ujar Djafar saat ditanya Tempo News Room.

    Djafar yang datang didampingi penasehat hukumnya, Achmad Michdan, mengaku datang atas keinginannya sendiri. Pertimbangan mengajukan permohonan SP3 itu adalah karena status pimpinan Laskar Jihad itu mengambang setelah proses praperadilan yang diajukannya belum ada kelanjutannya. Kejelasan status itu, lanjut Michdan, sangat diperlukan agar tidak mudah dikaitkan dengan perkembangan situasi nasional. Belakangan ini, kata Michdan, banyak pihak menyatakan diri sebagai Laskar Jihad. Apalagi terdapat situasi terbaru setelah penyerangan Amerika terhadap Afganistan yang pasti mendapatkan reaksi keras dari sebagian masyarakat muslim di tanah air.

    Di Mabes Polri, Djafar ditemui Komandan Korps Reserse (Dankorserse) Polri, Irjen Polisi Engkesman R Hillep yang didampingi Kepala Staf Badan Humas (Kabahumas), Brigjen Polisi Saleh Saaf. Pihak Mabes Polri berjanji akan mencermati kasus dan mempertimbangkan permintaan Djafar. Michdan meminta agar permohonannya dibiarkan berlarut-larut karena SP3 itu akan baik bagi kliennya juga untuk Polri.

    Menurut Djafar, kedatangannya tidak ada hubungannya dengan perkembangan situasi menyangkut serangan Amerika ke Afganistan. Kami tidak membicarakan itu, ujarnya singkat. Polisi yang justru mulai menanyakan mengenai sikap Djafar dan Laskar Jihadnya mengenai hal tersebut. Sejak kejadian di Amerika itu, kata Michdan, kliennya tidak pernah berinisiatif melakukan provokasi karena masih menunggu semuanya menjadi jelas. Pihaknya sedang menyusun sebuah pernyataan resmi yang akan segera diumumkan. (Y. Tomi Aryanto)


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.