Gelar Aksi Tolak Omnibus Law, BEM SI: Diikuti Kurang dari 1.000 Mahasiswa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) saat melaksanakan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat, 16 Oktober Oktober 2020. Aksi tersebut menuntut pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang sudah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) saat melaksanakan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat, 16 Oktober Oktober 2020. Aksi tersebut menuntut pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang sudah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar demonstrasi menolak omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja hari ini, Rabu, 28 Oktober 2020. Diperkirakan ada sekitar 1.000 mahasiswa yang ikut demo di Hari Sumpah Pemuda ini.

    "Kurang dari 1.000 orang," kata Koordinator BEM SI Remy Hastian, saat dihubungi, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Remy mengatakan demonstrasi akan digelar di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk menganulir UU Cipta Kerja.

    Di hari yang sama, Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau GEBRAK dan Fraksi Rakyat Indonesia akan menggelar demo mimbar rakyat di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. "Besok aksinya dalam peringatan Sumpah Pemuda," ujar juru bicara GEBRAK dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos saat dikonfirmasi Tempo pada Selasa, 27 Oktober 2020.

    Rencananya, acara mimbar rakyat akan diisi kegiatan, seperti orasi politik, puisi, teatrikal, musik, dan pembacaan sumpah rakyat 2020. Massa, menurut selebaran yang dikirimkan Nining kepada Tempo, akan menggelorakan Pembangkangan Sipil Berskala Besar (PSBB) untuk cabut omnibus law UU Cipta Kerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.