Senjata Api yang Dijual Oknum Brimob ke KKB Disebut Ilegal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokumentasi petugas bersiaga di salah satu TKP penembakan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. (ANTARA/HO-Humas Polda Papua)

    Dokumentasi petugas bersiaga di salah satu TKP penembakan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. (ANTARA/HO-Humas Polda Papua)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri mengatakan senjata api yang diduga diperjualbelikan oleh oknum anggota Brigade Mobil berinisial Brigadir Kepala JH ke kelompok bersenjata (KKB) adalah senjata ilegal.

    “Sementara ini yang kami dapatkan informasi senjata ilegal, bukan senjata organik atau dinas,” ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 27 Oktober 2020.

    Polri, kata Awi, berjanji akan menghukum anggota yang terbukti terlibat dalam kasus penyelundupan senjata itu.

    “Karena memang ini sudah menjadi atensi pimpinan untuk menindak tegas dan menelusuri sampai sejauh mana terjadinya jual-beli senjata tersebut,” kata Awi.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengakui Bripka JH diduga terlibat jual beli senjata api ke kelompok bersenjata. Ia mengatakan, saat ini yang bersangkutan telah ditahan di Mako Brimob Polda Papua, Kotaraja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.