Penjelasan Mabes Polri Soal Penundaan Pemeriksaan Ketua Komite KAMI Ahmad Yani

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani, ditemui usai acara deklarasi di lapangan Tugu Proklamasi, Jakarta, 18 Agustus 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani, ditemui usai acara deklarasi di lapangan Tugu Proklamasi, Jakarta, 18 Agustus 2020. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri memutuskan untuk menunda memeriksa Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menjelaskan, penundaan dilakukan lantaran penyidik masih fokus kepada konstruksi hukum dalam kasus yang menyeret sejumlah petinggi KAMI sebelumnya.

    "Tentunya peluang nanti tergantung penyidik, dibutuhkan atau tidak sebagai saksi," kata Awi saat dikonfirmasi pada Selasa, 27 Oktober 2020.

    Ahmad Yani rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka salah satu petinggi KAMI Anton Permana terkait kasus ricuh saat unjuk rasa menentang Undang-Undang Cipta Kerja.

    Sebelumnya, kepolisian mendatangi kediaman Ahmad Yani pada 19 Oktober 2020. Awi mengatakan, kedatangan 25 orang penyidik itu untuk menyelidiki terkait adanya aksi unjuk rasa yang anarkis pada 8 Oktober 2020.

    Namun, Ahmad Yani menolak. Ia menyatakan, sesuai prosedur hukum yang berlaku, ia harus dipanggil sebagai saksi untuk menjelaskan hal tersebut.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Kreatif Memanfaatkan Platform Jaringan Sosial Untuk Pembelajaran

    Berdasarkan konsep Merdeka Belajar Menteri Nadiem, Pemanfaatan Teknologi dalam Inovasi Pembelajaran sangat Penting.