Kasad Andika Perkasa Ajak Tukang Bangunan Disabilitas Makan Bakso Bareng

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Rapat kerja tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kementerian Pertahanan/TNI TA 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa makan bersama salah satu pekerja bangunan penyandang disabilitas yang tengah bekerja di lingkungan Mabes TNI AD.

    Dalam video yang diunggah oleh akun YouTube resmi TNI AD, Senin, 26 Oktober 2020, nampak Andika yang tengah bersepeda di lingkungan Mabes TNI AD. Ia kemudian melintas dan berhenti di depan salah satu proyek pembangunan gedung. Di sana, ia melihat Sandi Rihata, salah satu pekerja yang menyandang disabilitas.

    "Iya mas Sandi, apa kabar? Hari ini sudah makan belum?" Andika menyapa Sandi, seperti terdengar dalam video tersebut.

    Sandi kemudian menjawab baru sekedar sarapan dengan gorengan di pagi hari. Terkejut, Andika kemudian mengajak Sandi makan siang bareng bersama dia di ruangannya.

    Mereka pun kemudian nampak makan bersama di ruangan Andika. Bakso menjadi menu pilihan Andika yang disantap bersama Sandi. Sandi sendiri datang ke ruangan Andika masih dengan kaos, celana pendek, dan sandal jepit yang ia kenakan saat bekerja.

    Mereka pun kemudian berbincang terkait kondisi tubuh Sandi yang mengalami disabilitas sejak kecil. Sandi mengaku kelumpuhan sebagian badannya terjadi sejak ia kecil.

    Di akhir pertemuan, Andika menghadiahi Sandi tas slempang kecil (fanny pack) berlogo TNI AD kepada Sandi. Sandi tampak senang dengan hadiah ini. Disebutnya tas itu bisa menggantikan tas slempang yang ia kenakan saat itu.

    "Terima kasih banyak sebanyak-banyaknya sudah dikasih tas," kata Sandi usai pertemuan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.