1 Tahun ST Burhanuddin, Kejagung Klaim Selamatkan Uang Negara Lebih dari Rp19 T

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin (kiri) memantau proses pemadaman kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Burhanuddin mengatakan bahwa dokumen perkara tidak ikut terbakar dalam kebakaran tersebut. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin (kiri) memantau proses pemadaman kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Burhanuddin mengatakan bahwa dokumen perkara tidak ikut terbakar dalam kebakaran tersebut. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, Kejaksaan Bidang Pidana Khusus dalam setahun periode kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin telah menyelamatkan keuangan negara dengan total Rp 19,62 triliun dan 1.412 ringgit Malaysia.

    "Kejaksaan telah melakukan penyelamatan keuangan negara dengan total Rp 19.629.250.912.165 dan 1.412 ringgit Malaysia," kata Hari dalam konferensi pers, Senin, 26 Oktober 2020.

    Hari merinci, bidang pidana khusus Kejagung melakukan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 18,72 triliun. Sedangkan bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 905,2 miliar dan 1.412 ringgit Malaysia. "Dan yang lainnya berupa aset seperti benda bergerak dan tidak bergerak," katanya.

    Dalam periode 1 tahun ini, Bidang Pidsus telah melakukan penyelidikan sebanyak 1.477 perkara, penyidikan 986 perkara, penuntutan 1.687 perkara, eksekusi 1.523 perkara, dan upaya hukum sebanyak 723 perkara.

    Kemudian penyelamatan keuangan negara yang dilakukan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara selama periode Oktober 2019-Oktober 2020 adalah Rp 388,87 triliun dan US$ 11,83 juta. Rinciannya, Bidang Datun Kejaksaan Agung melaksanakan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 223 triliun, dan Bidang Datun Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri sebesar Rp 12,58 trilin dan US$ 11,83 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.