Bareskrim Periksa 8 Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung Besok

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas memasang tiang penyangga untuk perbaikan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Komisi III DPR menyetujui penambahan anggaran Kejaksaan Agung sebesar Rp 350 miliar untuk tahun 2021. Anggaran tersebut akan digunakan untuk renovasi Gedung Utama Kejaksaan Agung yang mengalami kebakaran pada 22 Agustus 2020 yang lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pekerja beraktivitas memasang tiang penyangga untuk perbaikan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Komisi III DPR menyetujui penambahan anggaran Kejaksaan Agung sebesar Rp 350 miliar untuk tahun 2021. Anggaran tersebut akan digunakan untuk renovasi Gedung Utama Kejaksaan Agung yang mengalami kebakaran pada 22 Agustus 2020 yang lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Bareskrim Polri mengagendakan pemeriksaan delapan tersangka kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung, pada Selasa, 27 Oktober 2020.

    "Diperiksa hari Selasa, tanggal 27 Oktober jam 10.00," kata Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo dalam keterangannya, Senin, 26 Oktober 2020.

    Ferdy mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan tim penyidik gabungan Direktorat Tipidum Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan di Ruang Pemeriksaan Subdit 1 Tipidum Bareskrim Polri.

    Delapan tersangka terdiri dari lima tukang yang bekerja (T, H, S, K, IS), mandor dari para tukang (UAM), Direktur PT APM (R), dan pejabat pembuat komitmen Kejaksaan Agung (NH). Mereka disangkakan Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

    Kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung terjadi pada 22 Agustus 2020, malam sekitar pukul 19.10 WIB.

    Ferdy Sambo menjelaskan, asal mula api di gedung utama berasal dari Aula Biro Kepegawaian di lantai enam. Lima tukang yang mengerjakan proyek di aula itu merokok, yang kemudian bara api dari rokok itu menjadi penyebab awal timbulnya kebakaran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.