Gerindra Tanggapi Munculnya Nama Sandiaga di Bursa Calon Ketua Umum PPP

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno sebelum sidang mempertahankan disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor manajemen, Sabtu, 25 Juli 2020. Foto IG @sandiuno.

    Sandiaga Uno sebelum sidang mempertahankan disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor manajemen, Sabtu, 25 Juli 2020. Foto IG @sandiuno.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi isu munculnya nama Sandiaga Uno di bursa calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan. Dasco mengatakan partainya berharap Sandiaga tetap di Gerindra.

    "Kami tetap berharap Sandi tetap menjadi keluarga besar kami, dan kami yakin Sandi tidak akan menerima ajakan partai lain," kata Dasco kepada wartawan, Senin, 26 Oktober 2020.

    Dasco mengatakan Sandiaga adalah kader Gerindra yang juga menjabat sebagai wakil ketua dewan pembina partai. Menurut dia, ajakan terhadap Sandiaga untuk menjadi calon ketua umum partai lain menunjukkan bahwa sosok Sandiaga diterima dan berpotensi menarik banyak pemilih.

    Dasco juga menyebut tidak hanya PPP yang menawari Sandiaga untuk bergabung. Namun dia tak merinci partai mana yang dia maksud.

    "Berarti Sandi diterima dan mempunyai pemilih yang besar. Sehingga kemudian enggak cuma PPP yang menawarkan," kata Dasco.

    Munculnya nama Sandiaga di bursa calon ketua umum PPP sebelumnya disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi. Menurut Baidowi, nama mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu diusulkan oleh sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

    "Yang nyebut nama Sandiaga Uno ada beberapa DPC, bukan saya yang usulkan ya," kata Baidowi ketika dihubungi, Senin, 26 Oktober 2020.

    Baidowi mengatakan usulan itu masih bersifat wacana. Dia menjelaskan, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP sebenarnya mensyaratkan ketua umum harus sudah pernah menjabat di tingkat Dewan Pimpinan Pusat atau Dewan Pimpinan Wilayah setidaknya selama satu periode.

    Meski begitu, ia mengatakan AD/ART bisa saja diubah di dalam muktamar. Partai kakbah rencananya akan menggelar muktamar pada 19-21 Desember mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan. "Semua tergantung muktamirin," kata Baidowi.

    Sejauh ini, beberapa kandidat yang akan maju di muktamar PPP ialah Suharso Monoarfa, Mardiono, dan Ahmad Muqowam. Ketiganya adalah politikus senior di partai kakbah.

    Baidowi berujar ada pula nama calon dari luar partai, yakni Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang dicalonkan Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berenang Saat Covid-19

    Ingin berenang saat pandemi Covid-19? Jangan takut! Berikut tipsnya.