Update Covid-19 24 Oktober 2020, Ada Penambahan 4.070 Kasus

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan tes usap antigen pada salah satu karyawan di laboratorium mini di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta, Jumat 16 Oktober 2020. Layanan laboratorium mini tes usap antigen yang menyasar pegawai BPKP, auditor, dan tamu pimpinan BPKP tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan terhadap pegawai dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Petugas melakukan tes usap antigen pada salah satu karyawan di laboratorium mini di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta, Jumat 16 Oktober 2020. Layanan laboratorium mini tes usap antigen yang menyasar pegawai BPKP, auditor, dan tamu pimpinan BPKP tersebut bertujuan meningkatkan perlindungan terhadap pegawai dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 4.070 orang, pada hari ini, 24 Oktober 2020.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga pukul 12.00 WIB, jumlah kasus harian tersebut didapat dari hasil pemeriksaan 39.922 spesimen. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 saat ini menjadi 385.980 orang.

    Kasus sembuh bertambah 4.119 orang, sehingga total pasien sembuh menjadi 309.219. Adapun sebanyak 128 orang meninggal akibat Covid-19, sehingga total kasusnya mencapai 13.205 orang.

    Sementara itu, juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tak bergantung sepenuhnya pada vaksin Covid-19 yang saat ini tengah diteliti oleh pemerintah. Ia menegaskan vaksin tidak bisa dijadikan tumpuan untuk mengatasi pandemi covid 19 di Indonesia.

    "Vaksin adalah salah satu intervensi untuk memberikan perlindungan pada kesehatan masyarakat yang ada. Masyarakat harus menyadari bahwa perilaku disiplin menjalankan protokol kesehatan itu merupakan langkah utama untuk mengatasi pandemi ini," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis, 24 September 2020.

    Wiku mengatakan disiplin protokol kesehatan bisa dilakukan sejak sekarang, tanpa perlu menunggu keberadaan vaksin. Protokol kesehatan itu mencangkup 3M, yakni #mencucitangan, #menghindarikerumunan, dan #mengenakanmasker. Langkah ini, kata dia, harus bisa diterapkan masyarakat dari sekarang dan seterusnya agar betul-betul menjadi pelindung diri untuk masyarakat dari serangan virus SARS cov 2 ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.