Jokowi: Saya Harap IDI Jadi Bagian Gerbong Reformasi Sistem Kesehatan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan usai meninjau fasilitas produksi dan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan usai meninjau fasilitas produksi dan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-70. Bagi Jokowi, IDI memiliki catatan perjuangan yang sangat panjang.

    Jokowi juga menyatakan IDI selalu meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Peran besar tersebut tentunya membutuhkan dukungan penuh dan kerja sama erat banyak pihak agar IDI dapat mencapai tujuannya itu.

    "Saya yakin dalam perjuangan panjang itu, IDI tidak bisa sendirian. IDI berada dalam ekosistem yang di dalamnya ada lembaga pendidikan, ada profesi-profesi lain, ada industri, dan sebagainya. Ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat sehingga apa yang menjadi tujuan IDI akan bisa tercapai," ujar Presiden pada peringatan hari ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagaimana yang ditayangkan dalam YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Jokowi mengatakan egosentrisme lembaga-lembaga jelas harus hilang. Semua lembaga terkait harus mampu bekerja sama dan bergandeng erat dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

    "Pandemi ini memberi banyak pelajaran kepada kita. Semakin kita tahu kelemahan-kelemahan yang harus segera kita perbaiki. Karena itu, situasi sulit yang sedang kita hadapi digunakan sebagai momentum untuk melakukan transformasi termasuk dalam reformasi sistem kesehatan di negara kita," kata Jokowi.

    Reformasi kesehatan, kata dia, di antaranya dapat dimulai dari pencegahan. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat adalah prioritas utama di mana dukungan dari sektor non kesehatan, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, serta dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangat dibutuhkan.

    Jokowi juga mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pengembangan rumah sakit dan balai-balai kesehatan, serta industri obat-obatan dan alat-alat kesehatan di Tanah Air harus terus dilakukan. Selama pandemi ini, misalnya, ia mengatakan telah banyak inovasi yang dikembangkan oleh para peneliti dan inovator di dalam negeri.

    "Rapid diagnostic test, emergency ventilator, mobile lab biosafety yang dilengkapi dengan PCR, penggunaan artificial intelligence untuk penegakan diagnosis Covid-19, dan aplikasi Covid Track untuk membantu dokter memantau mobilitas pasien, serta kita mempercepat clinical trial dan produksi massal vaksin merah putih," kata dia.

    Jokowi juga mengatakan pandemi ini sekaligus menjadi momentum bagi penguatan ketahanan kesehatan dan kapasitas pelayanan kesehatan nasional. Cara-cara luar biasa harus segera dilakukan untuk menangani berbagai persoalan terkait kesehatan masyarakat mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga prioritas pada penurunan angka stunting di Tanah Air..

    "Karena itu saya berharap agar IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi kesehatan. Keberhasilan reformasi ini tidak ditentukan oleh kerja pemerintah semata, tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan juga masyarakat," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.