Ma'ruf Amin Targetkan Indonesia Jadi Produsen Produk Halal Terbesar pada 2024

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengikuti peringatan Hari Konstitusi Tahun 2020 secara virtual dari kediaman dinas wapres di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengikuti peringatan Hari Konstitusi Tahun 2020 secara virtual dari kediaman dinas wapres di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2020. Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menargetkan Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024.

    "Karena Indonesia punya potensi. Konsumen dalam negeri kita pasti sudah besar, tinggal bagaimana kita menjadi produsen halal sebagai global hub-nya," kata Ma'ruf Amin pada konferensi pers usai web seminar "Indonesia menuju Pusat Produsen Halal Dunia" di Istana Wapres Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, kata Ma'ruf, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia. Namun, selama ini Indonesia hanya berperan sebatas sebagai pemberi label halal terhadap produk yang dihasilkan oleh negara-negara lain.

    "Lebih dari 50 lembaga sertifikat halal dunia itu memperoleh endorsement dari Indonesia. Jadi Indonesia memang tukang menyetempel, tukang mengesahkan produk-produk halal di berbagai negara di dunia," katanya.

    Oleh karena itu, Ma'ruf mendorong agar seluruh pemangku kepentingan di dunia industri dapat memanfaatkan potensi pasar halal Indonesia. Caranya, kata dia, dengan cara meningkatkan ekspor produk halal, khususnya industri makanan dan minuman.

    Merujuk pada laporan Global Islamic Economic Report 2019, Ma'ruf mengatakan produsen halal terbesar di dunia saat ini dikuasai oleh Brasil dengan nilai ekspor 5,5 miliar dolar AS dan Australia dengan nilai 2,4 miliar dolar AS.

    "Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia," kata dia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.