Menkes Terawan Lantik Abdul Kadir sebagai Dirjen Pelayanan Kesehatan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) saat melakukan kunjungan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pada Rabu, 24 Juni 2020. (ANTARA Jatim/Willy Irawan)

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) saat melakukan kunjungan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, pada Rabu, 24 Juni 2020. (ANTARA Jatim/Willy Irawan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melantik Abdul Kadir sebagai Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan yang baru, pada Kamis, 22 Oktober 2020.

    Terawan mengatakan, pergantian jabatan merupakan sarana pembinaan dan pengembangan aparatur dalam penataan organisasi. Penataan perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

    ''Karena itu saya minta khususnya kepada saudara Dirjen Yankes agar segera berkoordinasi melakukan konsolidasi dengan beberapa pimpinan tinggi pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, untuk menajamkan pandangan dan menyerasikan gerak langkah agar program kegiatan terlaksana dengan baik,'' kata Terawan dalam keterangan tertulisnya.

    Kadir sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan. Di jabatan baru tersebut, Kadir diberi amanah untuk kemajuan pembangunan manusia di bidang kesehatan khususnya di masa pandemi Covid-19.

    Terawan mengingatkan bahwa dalam pekerjaan tidak dapat bekerja sendiri, tapi harus bersikap terbuka dan bersedia menerima masukan dari semua pihak. Ia menyarankan agar Kadir menumbuhkan suasana kondusif untuk menjamin kelancaran tugas-tugas yang diemban.

    ''Saya minta agar saudara dapat melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh sesuai peraturan dan perundang-undangan,'' ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.