Pasok Materi untuk Cegah Khutbah Provokatif, Kemenag Akan Bahas dengan Ormas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fahrur Rozi (tengah), Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid (kedua kiri), Ketua MUI Abdullah Jaidi (kanan), Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin (kedua kanan), dan Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (kiri) menyampaikan hasil Sidang Isbat dari Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 23 April 2020. Sebagian perwakilan mengikuti sidang melalui live streaming dalam sidang tersebut. ANTARA/Humas Kemenag-Romadanyl

    Menteri Agama Fahrur Rozi (tengah), Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid (kedua kiri), Ketua MUI Abdullah Jaidi (kanan), Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin (kedua kanan), dan Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (kiri) menyampaikan hasil Sidang Isbat dari Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis, 23 April 2020. Sebagian perwakilan mengikuti sidang melalui live streaming dalam sidang tersebut. ANTARA/Humas Kemenag-Romadanyl

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama atau Kemenag akan memasok materi khutbah Jumat untuk mencegah adanya ceramah-ceramah bernada provokatif di masjid. Program ini masuk dalam rencana strategis (Renstra) 2020-2024.

    Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa program penyiapan khutbah Jumat ini masih dalam tahap rencana yang akan dibahas bersama dengan tokoh agama, tokoh ormas, dan akademisi kampus.

    “Kami punya ide pengayaan narasi khutbah Jumat, tapi ini masih rencana yang akan dibahas bersama dengan tokoh ormas, tokoh agama, serta akademisi kampus perguruan tinggi keagamaan Islam,” ujar Kamaruddin lewat keterangan tertulis, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Menurut Kamaruddin, penyusunan naskah khutbah ini nantinya akan diawali dengan pembahasan terkait signifikansi dan tema. Para penyusun, yakni tokoh agama dan akademisi yang biasa berkhutbah, akan merumuskan bersama kebutuhan pesan keagamaan masyarakat kontemporer lalu dituangkan dalam rumusan tema.

    “Tema seputar pengarusutamaan moderasi beragama akan menjadi salah satu yang dibahas bersama. Termasuk tema-tema keagamaan lainnya, baik seputar ubudiyah maupun mu’amalah. Selain itu, juga tema-tema sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Islam,” lanjutnya.

    Kamaruddin berharap, naskah khutbah yang disusun dan disepakati ini bisa menjadi rujukan alternatif bagi para pendakwah. “Ini juga menjadi bagian dari fasilitasi kita dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait isu-isu aktual dalam perspektif keagamaan,” ujar dia.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-Ciri Tabung Spesial Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 membutuhkan tabung yang terbuat dari kaca spesial untuk penyimpanannya. Seperti apakah ciri-ciri kaca itu? Berikut detailnya.