Libur Cuti Bersama, Polri Prediksi Puncak Arus Mudik pada 27-28 Oktober

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara di tahap penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung untuk mensinkronkan fakta yang diperoleh terkait insiden kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari olah tempat kejadian perkara sebanyak enam kali. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat memberikan keterangan pers terkait gelar perkara kebakaran gedung Kejagung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara di tahap penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung untuk mensinkronkan fakta yang diperoleh terkait insiden kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, dugaan penyebab sementara kebakaran terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari olah tempat kejadian perkara sebanyak enam kali. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Korps Lalu Lintas Polri memprediksi puncak arus mudik akan dimulai pada 27 Oktober pukul 12.00 WIB hingga 28 Oktober pukul 24.00 WIB.

    Sebagaimana diketahui, pada akhir Oktober, pemerintah menetapkan libur cuti bersama sejak 28 Oktober sampai 1 November untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    "Sedangkan untuk puncak arus balik, diperkirakan terjadi pada 31 Oktober pukul 24.00 WIB hingga 2 November pukul 08.00 WIB," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat dikonfirmasi pada Rabu, 21 Oktober 2020.

    Untuk itu lah, Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna menghindari terjadi kemacetan yang menumpuk. Pertama, kata Awi, adalah menerapkan contra flow di jalan tol Jakarta-Cikampek, serta membatasi truk sumbu tiga ke atas berkendara di jalan tol.

    "Kedua, mengatur rest area dengan sistem buka tutup. Selanjutnya, mengatur gerbang tol dengan memperbanyak petugas card reader, dan terkahir mengatur penyeberangan kapal ASDP," kata Awi.

    Selain itu, sebanyak 160.819 personel gabungan pun diturunkan untuk mengamankan situasi. Awi merinci, 94.170 personel Polri, 24.448 personel TNI, dan 42.298 personel dari unsur stakeholder terkait.

    Kemudian, Polri juga menyiapkan 645 pos keamanan dan pos terpadu yang ditempatkan di jalur fokus pengamanan seperti jalur tol, rest area , jalur arteri, lokasi wisata dan jalur alternatif maupun tempat penyeberangan ASDP.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.