Terawan: Vaksin Covid-19 untuk Usia 18-59 Tahun, Anak-anak dan Lansia Belum Bisa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan vaksin Covid-19 saat ini belum akan cocok untuk orang-orang lanjut usia (lansia) dan anak-anak.

    Terawan mengatakan vaksin itu diperuntukkan orang-orang berusia 18-59 tahun dengan minimal komorbid.

    "Vaksin yang mulai ada seperti yang dilakukan uji klinis di Indonesia juga masih dalam range usia 18-59 tahun dan itu diupayakan dengan minimal komorbid," kata Terawan dalam webinar HUT Partai Golkar ke-59, Selasa, 30 Oktober 2020.

    Menurut Terawan, ketentuan ini berdasarkan uji klinis tahap tiga yang telah dilakukan. Ia mengatakan penggunaan vaksin tak bisa melenceng dari ketentuan itu demi alasan efikasi dan keamanan. Dia berujar dua prinsip itu merupakan yang utama dalam proses vaksinasi.

    "Karena kita jangan lupa, dalam memberikan sesuatu itu tujuannya adalah untuk kemaslahatan umat. Jadi otomatis kami mengikuti," kata Terawan.

    Meski begitu, Terawan mengatakan penelitian dan uji klinis vaksin akan terus berkembang. Ia menyebut bisa saja nanti akan tersedia vaksin yang bisa diberikan kepada lansia, anak-anak, hingga pasien komorbid.

    Baca juga : Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Memanipulasi Data Kematian Pasien Covid-19

    "Nanti kalau ada perkembangan dari uji klinis menunjukkan ada keamanan untuk usia kecil, komorbid, atau lansia ya kami akan kerjakan. Karena tidak boleh vaksinasi itu sekadar ritual," kata purnawirawan letnan jenderal TNI ini.

    Terawan mengatakan vaksinasi memiliki tujuan, di antaranya untuk membentuk herd immunity atau menciptakan imunitas di tubuh pasien. Maka dari itu, kata dia, vaksinasi harus mengikuti kaidah-kaidah yang sesuai dengan uji klinis.

    Vaksin yang sudah melewati uji klinis tahap tiga ialah vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Dilansir dari South China Morning Post, Sao Paulo's Butantan Institute, salah satu lembaga riset biomedis terkemuka di Brasil, menyatakan temuan awal uji klinis tahap tiga atas dua dosis vaksin Sinovac terhadap 9.000 relawan menunjukkan hasil aman.

    Meski begitu, Butantan menyatakan data ihwal seberapa efektif vaksin buatan Cina itu baru akan dirilis setelah diujikan terhadap 15.000 relawan.

    Indonesia melalui PT Bio Farma juga tengah melakukan uji klinis tahap tiga untuk vaksin buatan Sinovac ini. Sekretaris PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, saat ini mereka telah menyuntikkan vaksin dosis pertama kepada 1.620 relawan.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.