Polri Sebut 9 Anggotanya yang Maju Pilkada 2020 Sudah Mengundurkan Diri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan saat simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 di Kantor KPU, Jakarta, 22 Juli 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar simulasi pemungutan suara dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai upaya pencegahan COVID-19 dalam Pilkada Serentak 2020 yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan saat simulasi pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 di Kantor KPU, Jakarta, 22 Juli 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar simulasi pemungutan suara dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai upaya pencegahan COVID-19 dalam Pilkada Serentak 2020 yang digelar pada 9 Desember 2020 mendatang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menyatakan sejumlah anggotanya yang mencalonkan diri pada Pilkada 2020 telah resmi mundur dari institusi.

    "Sudah berhenti kalau sudah nyalon, sudah daftar," ujar Asisten Sumber Daya Manusia Inspektur Jenderal Sutrisno Yudi Hermawan di kantornya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 20 Oktober 2020.

    Sutrisno menjelaskan, anggota yang mendaftar pada pilkada maka secara otomatis telah mengajukan pengunduran diri kepada Kepala Kepolisian RI. Sebab, ketika mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), anggota harus serta melampirkan surat resmi pemberhentian.

    "Karena kalau belum ada surat pemberhentian dari Kapolri, dia enggak bisa daftar," kata Sutrisno.

    Sebagaimana diketahui, KPU telah mencatat ada sembilan calon yang berstatus anggota Polri. Merujuk pada UU Pilkada, para anggota Polri atau TNI pun harus mengundurkan diri dari institusinya setelah resmi ditetapkan sebagai calon dalam pilkada.

    Berikut sembilan nama mantan anggota Polri yang maju dalam pilkada:

    1. Fakhrizal (anggota Polri) - Geniur Umar (calon wali kota inkumben)
    Daerah: Provinsi Sumatera Barat
    Pengusung: Golkar, NasDem, PKB

    2. Fachrori Umar (calongubernur inkumben) - Syafril Nursal (anggota Polri)
    Daerah: Provinsi Jambi
    Pengusung: Gerindra, PPP, Hanura, Demokrat

    3. Zainal Arifin Paliwang (anggota Polri) - Yansen TP (calon bupati inkumben)
    Daerah: Provinsi Kalimantan Utara
    Pengusung: Gerindra, PDIP, PPP, Demokrat

    4. Agus Susanto (swasta) - Rommy Candra (anggota Polri)
    Daerah: Pasaman Barat, Sumatera Barat
    Pengusung: perseorangan

    5. Wahyu Adi (anggota Polri) - Supriati (swasta)
    Daerah: Indragiri Hulu, Riau
    Pengusung: PDIP, Demokrat, PAN, Perindo

    6. Lismidianto (anggota Polri) - Herlian Muchrim (swasta)
    Daerah: Kaur, Bengkulu
    Pengusung: PKB, PAN, Demokrat

    7. Suardi Saleh (calon bupati inkumben) - Aska (anggota Polri)
    Daerah: Barru, Sulawesi Selatan
    Pengusung: NasDem, PDIP, PKS Demokrat

    8. Helmi Umar Muchsin (anggota DPRD provinsi) - La Ode Arfan (anggota Polri)
    Daerah: Halmahera Selatan, Maluku Utara
    Pengusung: NasDem, Hanura

    9. Kuswanto (anggota TNI) - Kusnomo (anggota Polri)

    Daerah: Purworejo, Jawa Tengah

    Pengusung: PKB, NasDem, PPP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.