Doni Monardo: Presiden Minta Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Panjang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana alam di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana alam di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar ada antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang pada akhir Oktober ini. Berkaca dari libur panjang Idul Adha pada Juli dan libur pekan ketiga Agustus lalu, lonjakan kasus Covid-19 terjadi di beberapa kota besar, khususnya di Pulau Jawa.

    "Ada suatu kekhawatiran baru, Bapak Presiden kemarin mengingatkan menteri terkait dan kita semua agar mengantisipasi lonjakan kasus akibat libur panjang," kata Doni dalam webinar di HUT Partai Golkar ke-56, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Doni mengatakan pemerintah harus mempersiapkan lebih dini agar kejadian serupa tak terulang. Kata dia, ada sejumlah langkah antisipasi yang akan dilakukan.

    Pertama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian akan mengumpulkan para gubernur, bupati, dan wali kota dalam webinar Rabu besok, 21 Oktober 2020. Doni mengatakan pertemuan virtual itu akan membahas SOP upaya mitigasi menghadapi libur panjang.

    "Karena daerah yang lebih tahu dibandingkan kami yang di pusat, mana daerah-daerah yang sering dikunjungi masyarakat, apa yang akan dilakukan," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini.

    Kedua, Satgas akan meminta partisipasi para tokoh di daerah untuk mewanti-wanti masyarakat agar tetap #memakaimasker, #menjagajarak, tak membuat kerumunan, dan sering #mencucitangan. Pemerintah, kata dia, tak melarang masyarakat untuk berlibur asalkan memperhatikan protokol kesehatan.

    Doni mengatakan Satgas juga sudah meminta penyelenggara wisata-wisata alam untuk membuat SOP dan membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari total kapasitas. "Liburan yang aman dan nyaman itu penting, tapi juga harus disadari liburan bisa menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak mematuhi protokol kesehatan," ucap Doni Monardo.

    Selain itu, Satgas Covid-19 meminta bantuan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ia pun mengharapkan kerja sama dari seluruh komponen masyarakat untuk terus menaati protokol Covid-19.

    Di libur panjang nanti, Doni juga berpesan agar masyarakat meluangkan waktu melakukan kegiatan yang merawat alam. Sebab kata dia, saat ini ada ancaman La Nina yang bisa berpotensi mendatangkan banjir bandang dan tanah longsor.

    "Hal lain yang perlu kita lakukan adalah kita harus membatasi acara-acara keluarga. Banyak kasus terpapar Covid-19 karena pertemuan keluarga," kata Doni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.