Mahfud Md Khawatir Ada Penyusup Mencari Martir di Demonstrasi 20 Oktober

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menggelar kampanye Gerakan Indonesia Tertib memakai masker di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, pada Minggu pagi, 30 Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menggelar kampanye Gerakan Indonesia Tertib memakai masker di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, pada Minggu pagi, 30 Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kooordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md mewanti-wanti agar aksi massa menolak UU Cipta Kerja pada Selasa, 20 Oktober 2020, tidak dimasuki penyusup. Dia pun meminta aparat keamanan mengamankan jalannya aksi demonstrasi itu secara humanis.

    "Unjuk rasa silakan, tapi hati-hati jangan sampai ada penyusup yang mengajak anda bikin ribut. Kepada aparat keamanan, juga supaya memperlakukan demonstran dengan humanis. Tapi, para pengacau harus ditindak tegas," ujar Mahfud ujar Mahfud dalam keterangannya lewat video, Senin, 19 Oktober 2020.

    Mahfud mengatakan pemerintah dan aparat kepolisian menengarai akan ada kemungkinan penyusup yang ingin mencari martir dalam aksi massa ini.

    Untuk itu, Mahfud mengingatkan aparat kepolisian untuk memperlakukan semua pengunjuk rasa dengan humanis dan tidak membawa peluru tajam untuk menertibkan massa aksi.

    "Saya ingatkan, bukan tidak mungkin di antara pengunjuk rasa itu ada penyusup yang ingin mencari martir, korban yang kemudian yang kemudian ditudingkan ke aparat. Ini sudah masuk dalam tengarai kami, para penegak hukum dan penjaga Kantibmas dalam hal ini kepolisian."

    Rencananya, buruh dan mahasiswa akan kembali turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja dan sekaligus menyampaikan aspirasi bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2020.

    Mahfud mempersilakan para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi sesuai yang diatur dan dijamin dalam undang-undang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.