Kasus Senjata Api Ilegal, Polri Agendakan Pemeriksaan Soenarko Besok

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Danjen Kopassus, Soenarko. Dok.TEMPO/ Yosep Arkian

    Mantan Danjen Kopassus, Soenarko. Dok.TEMPO/ Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Soenarko pada besok, 20 Oktober 2020. Soenarko merupakan tersangka terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal.

    "Tadi saya sudah tanya ke penyidik, agendanya besok. Untuk jam, seperti biasa pukul 09.00 WIB, normatifnya begitu," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono melalui konferensi pers daring pada Senin, 19 Oktober 2020.

    Penyidik sebelumnya mengagendakan pemeriksaan terhadap Soenarko pada 14 Oktober 2020 lalu. Namun, ia tak bisa hadir dengan alasan tengah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    Kasus penyelundupan senjata yang menyeret Soenarko pertama kali diinformasikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Menurut dia, senjata itu diduga untuk mengacaukan situasi pada aksi 22 Mei.

    Tak berapa lama, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyatakan bahwa Soenarko sudah ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata ilegal oleh Polri. Wiranto mengatakan senjata itu berasal dari Aceh.

    Pemerintah juga menduga senjata tersebut ada kaitannya dengan rencana aksi 21-22 Mei 2019. Adapun Soenarko sendiri kini sudah ditahan di Rumah Tahanan Polisi Militer, Guntur, Jakarta Selatan.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.