Cuti Bersama Maulid Nabi Tetap Ada, Jokowi Minta Antisipasi Klaster Liburan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berjalan untuk memimpin upacara HUT ke-75 TNI di Istana Negara Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Pada peringatan HUT ke-75 TNI, Presiden Joko Widodo mendukung transformasi organisasi TNI harus selalu dilakukan dengan dinamika lingkungan strategis sesuai dengan dinamika ancaman dan perkembangan teknologi militer. ANTARA FOTO/Biro Pers/Lukas/handout

    Presiden Joko Widodo berjalan untuk memimpin upacara HUT ke-75 TNI di Istana Negara Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Pada peringatan HUT ke-75 TNI, Presiden Joko Widodo mendukung transformasi organisasi TNI harus selalu dilakukan dengan dinamika lingkungan strategis sesuai dengan dinamika ancaman dan perkembangan teknologi militer. ANTARA FOTO/Biro Pers/Lukas/handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memastikan libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad tetap akan berlangsung pada 28-30 Oktober 2020.

    Untuk itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengintruksikan jajarannya mengantisipasi terjadinya klaster libur panjang seperti halnya yang terjadi pada akhir Juli dan pekan ketiga Agustus lalu.

    "Mengingat kita memiliki pengalaman kemarin libur panjang 1,5 bulan lalu, setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi. Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19," ujar Jokowi dalam rapat terbatas, Senin, 19 Oktober 2020.

    Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) tentang Hari Libur dan Cuti Bersama tahun 2020, hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020.

    Sedangkan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad ditetapkan pada Rabu, 28 Oktober 2020 dan Jumat, 30 Oktober 2020. Kemudian, dilanjutkan akhir pekan Sabtu-Minggu, sehingga diprediksi akan banyak masyarakat yang berlibur saat libur panjang ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.