Kapolda Sulsel Bahas Demo UU Cipta Kerja dengan Gubernur dan 23 Rektor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat memberikan pandangannya dalam pertemuan dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beserta para Rektor se Sulsel membahas mengenai situasi Kamtibmas di provinsi ini setelah adanya gelombang unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja. ANTARA/HO

    Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam saat memberikan pandangannya dalam pertemuan dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beserta para Rektor se Sulsel membahas mengenai situasi Kamtibmas di provinsi ini setelah adanya gelombang unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja. ANTARA/HO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Merdisyam menggelar pertemuan dengan Gubernur dan 23 Rektor se-Sulawesi Selatan untuk membahas situasi terkini seluruh kabupaten dan kota terkait gelombang unjuk rasa mahasiswa dan buruh menolak Undang-Undang atau UU Cipta Kerja.

    "Kami dari unsur kepolisian hanya ingin memastikan situasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulsel tetap kondusif agar masyarakat bisa nyaman beraktivitas," ujar Merdisyam di Makassar, Minggu 18 Oktober 2020.

    Ia mengatakan unjuk rasa mahasiswa maupun masyarakat pada dasarnya merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang dilindungi oleh undang-undang. Namun, dia menekankan agar unjuk rasa atau proses penyampaian pesan yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat tetap mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dan tidak melanggar undang-undang lainnya.

    "Penyampaian aspirasi boleh dan itu dilindungi oleh undang-undang. Hanya saja, tidak boleh anarkis dan tidak boleh melanggar peraturan lainnya karena itu pasti menyusahkan banyak pihak khususnya masyarakat umum," katanya.

    Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam pertemuan bersama seluruh Muspida Sulsel dan para rektor untuk menyamakan visi tentang Undang-Undang Cipta Kerja.

    "Hari ini kita komunikasi ke semua pihak termasuk dengan serikat pekerja, artinya kalau kita bisa berdialog kenapa kita harus turun ke jalan, apalagi merusak fasilitas negara yang notabene adalah uang rakyat yang dipakai membangun, sehingga kita di Sulsel ini lebih pada menyelesaikan masalah melalui dialog," katanya.

    Gubernur mengatakan seluruh pihak yang hadir dalam pertemuan itu memberikan harapan untuk tetap bersama-sama dalam menjaga ketenangan, ketentraman dan kedamaian Sulawesi Selatan.

    "Mudah-mudahan kita terus menjaga kedamaian ini. Apalagi inikan masalah belum selesai, masalah pandemi COVID-19, ini juga menjadi fokus kita untuk menyelesaikan," ucapnya.

    Selain itu gubernur juga meyakini mahasiswa sebagai calon-calon intelektual memiliki citra yang bagus, dan merupakan harapan untuk menjadi agen perubahan.

    Nurdin mengaku sudah melihat draf Undang-Undang Cipta Kerja itu dan mendalaminya. Ia juga mengaku belum mendalami keseluruhan klaster, hanya beberapa saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.