Ingin Airlangga Capres 2024, Golkar Sebut Masih Ada Waktu Atasi Persepsi Negatif

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyapa kader saat Bimbingan Teknis Pilkada Serentak 2020 bagi Pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi wilayah Kalimantan, Maluku dan Maluku Utara di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Bimtek tersebut membahas sosialisasi peraturan perundang-undangan dalam rangka Pilkada Serentak Tahun 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyapa kader saat Bimbingan Teknis Pilkada Serentak 2020 bagi Pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi wilayah Kalimantan, Maluku dan Maluku Utara di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Bimtek tersebut membahas sosialisasi peraturan perundang-undangan dalam rangka Pilkada Serentak Tahun 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, aspirasi kader daerah menginginkan ketua umumnya, Airlangga Hartarto maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Doli mengatakan aspirasi ini juga sudah mencuat sejak Musyawarah Nasional (Munas) Golkar pada Desember 2019 lalu.

    "Ini baru aspirasi dari daerah, kami belum pernah membahasnya, termasuk Pak Airlangga sendiri belum pernah membicarakan secara formal," kata Doli di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Doli mengatakan jajaran Golkar menginginkan partai beringin memiliki calon presiden untuk diusung di 2024. Ia berujar ini sejalan dengan target partai untuk memenangi pemilu, baik pemilu legislatif maupun presiden.

    Berkaca dari pengalaman Pemilu 2019, kata Doli, calon presiden menjadi faktor pendorong peningkatan elektabilitas partai. Dia mengatakan, perolehan suara di pemilu legislatif juga akan berbanding lurus dengan adanya calon presiden yang diusung sendiri.

    Airlangga Hartarto sebenarnya belakangan kerap disorot dan dikritik publik lantaran program kerjanya yang kontroversial sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, seperti Kartu Prakerja dan Undang-undang Cipta Kerja. Saat ditanya perihal ini, Doli mengatakan apa yang dilakukan bosnya selama ini demi kepentingan bangsa dan negara.

    Menurut Doli, tindakan Airlangga selaras dengan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia pun menilai wajar saja jika Airlangga diterpa isu politik lantaran posisinya yang strategis.

    Ihwal potensi dampak negatif persepsi publik terhadap elektabilitas Airlangga, Doli mengatakan partainya masih punya waktu hingga 2024. "Ya kami masih punya waktu, tentu kan banyak hal-hal yang nanti bisa kami kerjakan," ujar Doli.

    Dalam pidatonya di acara HUT Golkar ke-56 di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta kemarin, Airlangga Hartarto kembali menanyakan kesiapan kadernya memenangkan partai di Pilkada 2020 serta Pileg dan Pilpres 2024. Airlangga mengatakan Golkar adalah partai tertua dan paling berpengalaman di Indonesia.

    Namun ia menghindar saat ditanya ihwal calon presiden. "Capresnya nanti kita lihat. Masih lama, masih lama," kata Airlangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Sudah Periode Kedua Jokowi

    Tak ada perayaan besar untuk memperingati satu tahun pertama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2020.