Komnas HAM: Ada 18 Kasus yang Melengkapi Kasus Kematian Pendeta Yeremia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam usai diskusi soal RUU Terorisme di bilangan Menteng, Jakarta, 19 Mei 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam usai diskusi soal RUU Terorisme di bilangan Menteng, Jakarta, 19 Mei 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam memastikan kasus kematian Pendeta Yeremia Zanambani tidak berdiri sendiri. "Tapi ada rentetan peristiwa sebelumnya. Komnas HAM mendapatkan keterangan, bukti, informasi pendukung yang membuat terang," kata Choirul dalam konferensi pers, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Choirul mengatakan ada 18 kasus yang terjadi di Intan Jaya yang melengkapi kasus kematian Pendeta Yeremia. Ia melihat ada satu proses yang melatarbelakangi kasus yang terjadi di Intan Jaya. "Jadi ada persoalan serius tentang waktu yang cukup pendek dengan kasus yang banyak. kami melihatnya cukup besar," katanya.

    Dalam melakukan penyelidikan secara independen, Komnas HAM bersama kantor perwakilan di Papua telah melakukan rekonstruksi peristiwa, olah tempat kejadian perkara, dan permintaan keterangan saksi. Hasil pemantauan tersebut akan didalami dan disampaikan dalam bentuk laporan.

    "Sehingga ini akan menjadikan konstruksi peristiwa pembunuhan Pendeta Yeremia semakin terang," ujarnya.

    Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat Frits Bernard Ramandey menuturkan 18 kasus sebelum kasus kematian Pendeta Yeremia memiliki pola dan karakter yang sama persis. "Karena ada kekerasan, ada korban meninggal dunia baik kelompok sipil maupun aparat TNI dan Polri," kata Frits.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.