Menlu Retno Marsudi: RI Diterima Gabung Aliansi Akses Vaksin Covid-19 COVAX

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris Dominic Raab, London. Dok. Kementerian Luar Negeri

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Inggris Dominic Raab, London. Dok. Kementerian Luar Negeri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan hasil pertemuan multilateral yang dilakukan di Jenewa, yaitu dengan CEO Gavi COVAC Facilities Seth Berkley; Dirjen WHO Thedros Ghebreyesus; dan UNICEF. Diantaranya Indonesia diterima bergabung dalam Aliansi Akses Vaksin Covid-19 COVAX.

    Tujuan dari berbagai pertemuan antara lain terus menjalin konsultasi dan komunikasi secara intensif dengan berbagai organisasi tersebut dalam pengelolaan Covid-19 dan kerja sama strategis lain; menyampaikan dukungan Indonesia terhadap multilateralisme; dan menyampaikan keinginan Indonesia untuk menjadi bagian dari COVAX AMC.

    "Indonesia telah menerima surat dari GAVI pada 18 September 2020 bahwa Indonesia layak menerima Offical Development Asisstance (ODA) dalam COVAX," ujar Retno dalam keterangannya, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Sebagai tindak lanjut surat GAVI, ujar Retno, Indonesia juga telah menyampaikan secara resmi  surat yang berisi Expression of Interest dari Indonesia untuk bergabung dalam COVAX Advanced Market Commitment (AMC).

    Retno juga bertemu dengan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus untuk menyampaikan surat tersebut.  "Surat Expression of Interest ini juga kami sampaikan saat bertemu Dirjen WHO. Di dalam pertemuan dengan WHO," ujar Retno. 

    Ia berkata, pihak Indonesia akan terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan WHO di bidang kesehatan. Indonesia pun menekankan pentingnya solidaritas dalam menghadapi pandemi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Sukses yang Harus Diadopsi Pengusaha di Masa Pandemi Covid-19

    Banyak bisnis menderita di 2020 akibat pandemi Covid-19.