Sambil Lesehan, Menaker Ida Jelaskan RUU Ciptaker dengan Buruh Perempuan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menaker Ida  berdialog dengan pekerja/buruh perempuan dari belasan Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam acara sosialisasi bertajuk

    Menaker Ida berdialog dengan pekerja/buruh perempuan dari belasan Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam acara sosialisasi bertajuk "Mendengar Pekerja/Buruh perempuan bicara RUU Cipta Kerja di lobby gedung A, kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

    INFO NASIONAL- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak dialog para pekerja/buruh perempuan yang berasal dari belasan Serikat Pekerja/Serikat Buruh dalam acara sosialisasi bertajuk "Mendengar Pekerja/Buruh perempuan bicara RUU Cipta Kerja di lobby gedung A, kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (15/10). "Hari ini terasa spesial, karena yang hadir perempuan semua. Sosialisasi dengan para pekerja/buruh ini penting sebelum arus informasi jauh kemana-mana," kata Ida. 
     
    Dialog dihadiri oleh antara lain perwakilan dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Sinergi (KSPS) BUMN, K2N Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Forum Guru dan Dosen DKI Jakarta dan Perempuan Pelaut (PIT).
     
    Bagi Kemnaker, menyelenggarakan sosialisasi RUU Cipta Kerja sangat penting guna menghindari terjadinya distorsi informasi. "Saya senang sekali, teman-teman memilih tabayyun (klarifikasi) secara langsung, mendengarkan secara langsung dibanding menelan mentah-mentah seluruh informasi terkait UU Cipta Kerja," kata Menaker Ida.
     
    Menaker Ida menyatakan sasaran RUU Cipta Kerja ini yakni diharapkan akan terbuka kesempatan kerja lebih luas bagi tenaga kerja yang belum bekerja. Sedangkan bagi pekerja/buruh yang eksis, akan memperoleh kelangsungan bekerja dan peningkatan perlindungan pekerja/buruh. "Bagi pekerja/buruh yang mengalami PHK, ada peningkatan perlindungan hak-hak mereka," katanya.
     
    Tak hanya itu, RUU Cipta Kerja juga dikatakan Menaker Ida untuk mendorong produktivitas kerja. Persoalan pendidikan pekerja Indonesia yang kebanyakan setingkat SMA ke bawah menyebabkan produktivitas kerja Indonesia tertinggal dibanding beberapa negara lain.
     
    Menurutnya, berdasarkan kajian yang dilakukan pemerintah, dikatakan bahwa jika tidak adanya reformasi struktural dan percepatan transformasi ekonomi, dikhawatirkan lapangan kerja akan pindah ke negara lain yang lebih kompetitif. Penduduk yang tidak/belum bekerja akan semakin tinggi, dan Indonesia terjebak dalam middle income trap.
     
    Sementara Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan tiada hari tanpa sosialisasi bagi Menaker Ida Fauziyah. Setelah sosialisasi UU Cipta Kerja di podcast Deddy Corbuzier pada Selasa (13/10) malam, pada Kamis (15/10) pagi, juga memberikan sosialisasi kepada 1000 lebih pekerja PT Pertamina (Persero).
     
    Anwar berharap sosialisasi UU Cipta Kerja ini mampu meluruskan kesimpangsiuran informasi tentang UU Cipta Kerja di masyarakat. "Mudah-mudahan informasi UU Cipta Kerja yang tadinya belak-belok, segera bisa kita luruskan," kata Anwar Sanusi selaku moderator.(*)
     
     

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.