Kasus Aktif Covid-19 di 10 Provinsi Prioritas Turun, Kecuali di Jateng dan Papua

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta dengan hasil

    Peserta dengan hasil "rapid test" reaktif menjalani tes "swab" usai mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), di GOR Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 22 September 2020. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian Seleksi Kompetensi Bidang yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan evaluasi terbaru terkait perkembangan kasus di sepuluh provinsi prioritas dalam dua pekan terakhir. Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut, persentase kasus aktif, kasus sembuh, dan kasus meninggal cenderung mengalami penurunan pada seluruh provinsi, kecuali di Jawa Tengah dan Papua.

    "Kasus aktif cenderung naik di Jawa Tengah dan Papua. Persentase kasus sembuh juga cenderung mengalami peningkatan pada seluruh provinsi, kecuali di Jawa Tengah dan Papua yang mengalami peningkatan," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Di Jawa Tengah, terjadi peningkatan pada kasus aktif dari 22,49 persen pada tanggal 27 September, meningkat menjadi 23,17 persen pada 4 Oktober. Dan menjadi 23,94 persen pada 11 Oktober. "Hal ini terjadi karena Jawa Tengah sedang gencar memfokuskan pada pemeriksaan Covid-19, sehingga jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 meningkat pada dua pekan terakhir," ujar Wiku.

    Untuk tingkat kesembuhan, Jawa Tengah mengalami sedikit penurunan. Penurunan sebesar 0,34 persen dan 0,4 persen terjadi masing-masing pada 4 Oktober dan 11 Oktober.

    Di Papua, terjadi peningkatan kasus aktif yang cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Kasus aktif di Papua sebesar 35,7 persen pada 27 September, kemudian meningkat menjadi 39,42 persen pada 4 Oktober, dan menyentuh angka 40 persen, yakni 43,35 persen pada 11 Oktober.

    "Pada evaluasi dua pekan sebelumnya, Papua juga mengalami peningkatan kasus aktif. Ini artinya kasus aktif di Papua meningkat persentasenya selama empat minggu berturut-turut," ujar Wiku.

    Jika dilihat dari persentase kesembuhan, ujar Wiku, Papua juga mengalami perkembangan yang kurang baik. Persentase kesembuhan di Papua menurun cukup signifikan pada dua pekan terakhir. Pada 27 September, persentase kesembuhan di Papua sebesar 62,8 persen. Kemudian menurun pada 4 Oktober menjadi 59,06 persen. Dan menurun kembali pada 11 Oktober menjadi 55,21 persen.

    Sementara dari persentase pasien meninggal akibat Covid-19, Papua sempat mengalami peningkatan dari sebelumnya 1,34 persen pada 27 September menjadi 1,52 persen pada 4 Oktober. Namun, persentase pasien meninggal dapat ditekan sehingga pada pekan berikutnya menurun kembali menjadi 1,44 persen.

    "Peningkatan kasus aktif dan penurunan kesembuhan ini selain disebabkan terjadinya transmisi lokal, juga disebabkan pelaksanaan kegiatan tracing, testing, dan treatment yang kurang," ujar Wiku.

    Penyebab lainnya, lanjut Wiku, banyak warga yang datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah dengan gejala berat. Hal ini menyebabkan penanganan pasien menjadi kurang efektif dan menurunkan kemungkinan pasien tersebut untuk sembuh.

    "Kami terus mendorong agar pelaksanaan tracing, testing dan treatment tetap dilakukan dengan masif dan baik. Kami juga meminta agar pemerintah daerah juga menegakkan dengan tegas pelaksanaan protokol kesehatan dengan disiplin," ujar Wiku.

    Adapun sepuluh provinsi yang menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan covid-19 adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Papua, Bali, dan Banten.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Sukses yang Harus Diadopsi Pengusaha di Masa Pandemi Covid-19

    Banyak bisnis menderita di 2020 akibat pandemi Covid-19.