Satgas Covid-19: Belum Ada Laporan Efek Samping Vaksin dari Relawan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap memberikan sample tes usap (swab test) milik warga ke dalam mobil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Mobile Combat COVID-19 di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 17 September 2020. Pemerintah Kota Surabaya menyediakan 500 kuota tes usap secara gratis bagi warga Surabaya yang melintas di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap memberikan sample tes usap (swab test) milik warga ke dalam mobil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Mobile Combat COVID-19 di kawasan Pasar Keputran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 17 September 2020. Pemerintah Kota Surabaya menyediakan 500 kuota tes usap secara gratis bagi warga Surabaya yang melintas di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan sampai saat ini belum ada laporan efek samping yang dialami oleh relawan yang terlibat dalam tahapan uji klinis vaksin asal Cina, Sinovac, yang dilakukan di Bandung.

    "Sejauh ini belum ada laporan efek samping yang diterima relawan dalam uji klinis vaksin tersebut," ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Berdasarkan Perpres Nomor 99 Tahun 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertugas mengawasi uji klinis vaksin Covid-19 untuk menjamin keamanan.

    "Jadi pada prinsipnya pengawalan pengadaan vaksin ini dilakukan BPOM. Dan kita memastikan Badan POM melakukan evaluasi ini terhadap protokol uji klinis yang dilakukan, memastikan bahwa keamanan dan efektivitas vaksin tersebut tercapai," ujar Wiku.

    Adapun saat ini tercatat ada lebih dari 1.600 relawan yang terlibat dalam uji klinis tahap tiga vaksin Sinovac yang dikembangkan oleh Biofarma.

    Tahap satu, vaksin disuntikkan pada relawan yang jumlahnya dibawah 100 orang. Tahap dua, disuntikkan pada relawan dengan jumlah antar 100 hingga 1.000 orang. Dan tahap tiga untuk relawan diatas 1.000 orang dan tepatnya 1.620 relawan.

    Sementara itu, untuk memutus rantai penularan Covid-19, Wiku sebelumnya mengungkap pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Ini antara lain dilakukan dengan #menjagajarak, #memakaimasker, #mencucitangan dengan sabun atau hand sanitizer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggunaan Masker Bagi Sebagian Orang Bisa Menimbulkan Jerawat

    Saat pandemi seperti sekarang ini penggunaan masker adalah hal yang wajib dilakukan.