JK Minta Umat Islam Indonesia Teladani Rasul Tidak Hanya dari Ritual Ibadah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (ketiga kiri) didampingi Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie (kanan), beserta pengurus DMI dan pengurus Masjid Al Azhar meninjau penyemprotan disinfektan di Masjid Al Azhar Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2020. Masjid ini rencananya akan dibuka untuk salat Jumat berjemaah pekan ini. ANTARA/Nova Wahyudi

    Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (ketiga kiri) didampingi Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie (kanan), beserta pengurus DMI dan pengurus Masjid Al Azhar meninjau penyemprotan disinfektan di Masjid Al Azhar Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juni 2020. Masjid ini rencananya akan dibuka untuk salat Jumat berjemaah pekan ini. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla mengatakan umat Islam di Indonesia sangat jauh tertinggal dalam hal ekonomi dibanding umat lainnya. Untuk itu JK meminta umat Islam di Indonesia meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, tidak hanya mengambil contoh dari segi ritual ibadahnya saja, namun juga dalam hal kegiatan ekonominya.

    "Saya berharap kita umat Islam di Indonesia tidak hanya mencontoh nabi dari segi kehidupan ibadahnya saja, tapi juga dari segi kegiatan ekonomi," kata JK dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020.

    JK melanjutkan, kalau melihat sejarah, kehidupan Nabi sebagai pedagang merentang dari umur 13 tahun sampai umur 40. "Artinya 27 tahun ia menjadi pedagang lebih lama dibanding menjadi nabi yang hanya 22 tahun dijalaninya."

    Hal itu disampaikan Jusuf Kalla saat memberi sambutan dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pusat Riset Sejarah Rasulullah dan Peradaban Islam di Kampus 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat.

    Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu berharap dengan adanya pusat riset Sejarah Rasulullah dan peradaban Islam yang didirikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia kelak dapat menjadi kiblat baru pemikiran Islam dunia. Apalagi menurut dia, Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat rujukan Islam saat ini penuh dengan konflik sehingga wajah Islam yang rahmatan lil alamin tidak ditemukan lagi di tempat kelahiran Islam tersebut.

    "Sudah saatnya Indonesia mengambil alih kiblat Islam dunia, karena wajah Islam yang ramah masih ada di Asia tenggara ini, terutama Indonesia yang menjadi negara penganut Islam terbesar. Di sinilah pentingnya pusat riset sejarah Rasulullah dan Peradaban Islam untuk dapat mencapai hal tersebut," kata JK.

    Ia pun berharap agar para ilmuwan Islam di tanah air dapat lebih banyak berkarya menulis kitab yang bisa menjadi referensi Islam di dunia. Mengingat saat ini ilmuwan Islam di Indonesia hanya memiliki kontribusi hanya 20 persen dari semua karya buku buku Islam yang terdapat di dunia.

    "Saya berharap agar para ilmuwan Islam Indonesia dapat menyumbangkan karyanya lebih banyak lagi sehingga kita bisa menjadi pusat rujukan Islam dunia," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Abai Perbarui Data Pasien Covid-19

    Beberapa pemerintah daerah abai perbarui data pasien positif Covid-19. Padahal, keterbukaan data ini dijamin dalam hukum negara. Berikut detilnya.