6 Komentar SBY yang Menyinggung Pemerintahan Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Refleksi Akhir Tahun

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Refleksi Akhir Tahun "Indonesia Tahun 2020: Peluang, Tantangan & Harapan", di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mencuri perhatian setelah merespon unjuk rasa terkait omnibus law Undang-undang atau UU Cipta Kerja.

    Ia menyayangkan adanya tudingan bahwa dirinya adalah dalang di balik sejumlah kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi menolak omnibus law yang terjadi belakangan.

    "Suuzon enggak baik. Saya dulu menghormati semua, misalkan PDI Perjuangan beroposisi dengan pemerintahan saya, saya tetap menjaga silaturahmi dengan para petinggi PDI Perjuangan," katanya dalam acara 'Ngobrol Santai' yang diunggah channel YouTube-nya, Senin, 12 Oktober 2020.

    Ini bukan kali pertama pendiri Partai Demokrat itu mengkritisi pemerintahan. Sejak Jokowi menjabat, Demokrat yang berada di luar pemerintahan kerap melancarkan komentar dan kritik terhadap Jokowi.

    Berikut beberapa komentar SBY terhadap Jokowi yang dihimpun Tempo.

    1. Krisis Ekonomi 2016

    Ketika blusukan 13 hari keliling Pulau Jawa bertajuk 'SBY Tour de Java' pada Maret 2016, SBY mengkritik pemerintah. Ia mengomentari kondisi ekonomi yang lesu di dua tahun awal pemerintahan Jokowi.

    "Kalau ekonomi sedang lesu, dikurangi saja pengeluarannya. Bisa kita tunda tahun depannya lagi sehingga, jika ekonomi lesu, tidak lagi bertambah kesulitannya. Itu politik ekonomi," kata SBY.

    2. Aksi 411 Berujung Rusuh

    Unjuk rasa 4 November 2016 berujung ricuh. Presiden Jokowi menyatakan ada aktor politik di belakang aksi. Ia tidak menyebutkan siapa aktor tersebut. SBY kemudian merespon ucapan Jokowi tersebut.

    "Yang komando hanya telepon genggam, social media. Jangan tiba-tiba simpulkan ada yang menggerakkan atau mendanai," kata SBY saat itu.

    3. Hoax Merajalela

    SBY kerap aktif menggunakan media sosialnya, utamanya Twitter. Lewat platform itu pula, ia mengkritik jalannya pemerintahan Jokowi. Ia menggunakan *SBY sebagai tanda bahwa cuitan yang dibuat berasal dari dirinya.

    "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah dan penyebar hoax berkuasa dan merajalela. Kapan rakyat dan yang lemah menang? *SBY*," cuit SBY pada 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Badan Saat Pandemi Covid-19

    Banyak rutinitas keseharian kita yang dibatasi selama pandemi Covid-19. Salah satunya menyangkut olahraga