Kritik Siaran Pers FPI Soal Rizieq Shihab, Dubes RI: Jangan Politisasi Mekkah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh mengkritik naskah berbahas Arab yang dibacakan Front Pembela Islam terkait rencana kepulangan Rizieq Shihab.

    "Kami menyayangkan pemakaian diksi i’lan min Makkah al-Mukarramah (pengumuman dari kota suci Makkah) yang bisa menyinggung Kerajaan Arab Saudi," kata Agus kepada Tempo, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Agus mengatakan, diksi tersebut sangat berpotensi bisa menodai kesucian Kota Makkah sebagai kota turunnya wahyu. Ia menilai, dokumen tersebut merupakan politisasi Kota Mekkah.

    "Makkah bukan tempat untuk meneriakkan revolusi untuk menentang pemerintahan yang resmi dan konstitusional, atau dalam bahasa Saudi: Al-Hukumah al-Syar’iyyah, Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

    Agus pun berharap semua pihak lebih berhati-hati dalam memilih diksi dalam bahasa Arab yang berpotensi menebar masalah. Kata i'lan dalam rilis tersebut, Agus menuturkan biasa diterjemahkan dengan deklarasi. "Jadi, dokumen tersebut bisa dibaca deklarasi revolusi dari Mekkah. Coba lihat dalam kamus-kamus istilah diplomatik," ucapnya.

    Imam Besar FPI, Rizieq Shihab, sebelumnya dikabarkan akan segera pulang ke Indonesia. Kabar ini muncul dari rilis yang dibuat oleh FPI dengan versi tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Arab. Disebutkan bahwa mereka mendapat informasi langsung dari Kota Mekkah, Arab Saudi, bahwa Rizieq akan segera pulang.

    "Bahwa setelah melalui proses perundingan panjang antara IB-HRS dan otoritas Saudi Arabia, tanpa bantuan rezim zalim Indonesia, akhirnya terdapat kejelasan dan titik terang mengenai kepulangan IB-HRS," tulis keterangan itu.

    Rilis tersebut mengklaim per Selasa kemarin, cekal terhadap Rizieq sudah dicabut. Selain itu, denda apapun yang ditanggung Rizieq telah dihapuskan. Mereka mengklaim hal ini karena Rizieq tidak bersalah.

    Saat ini, disebutkan bahwa Rizieq masih menunggu proses administrasi bayan safan (exit permit) dan pembelian tiket, serta penjadwalan untuk kepulangan ke Indonesia.

    Rilis tersebut dikeluarkan per tanggal 13 Oktober dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum FPI Shabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Antisipasi Penyebaran Wabah Covid-19 Saat Maulid Nabi

    Untuk menekan penyebaran wabah Covid-19, pemerintah berupaya mencegah kerumunan dalam setiap kegiatan di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.