Dubes RI di Arab Saudi: Nama Rizieq Shihab Masih Blinking Merah, Visa Habis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan  terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh memastikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab belum bisa keluar dari Arab Saudi.

    "Berdasarkan komunikasi kami dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahwa sampai detik ini nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih blinking merah dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis)," kata Agus kepada Tempo, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Blinking merah atau red blink adalah sinyal bahwa Rizieq belum bisa keluar dari Arab Saudi. Agus mengatakan, dalam kolom portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi juga tertulis bahwa Rizieq adalah mukhalif atau pelanggar undang-undang. Bentuk pelanggarannya adalah mutakhallif ziyarah atau overstay dengan visa kunjungan.

    "Ada juga kolom 'ma’lumat al-mukhalif' (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis 'Surah al-Mukhalif' foto pelanggar," ujarnya.

    Terkait denda dan sanksi untuk WNA yang melanggar keimigrasian, Agus menjelaskan bahwa Arab Saudi tidak pernah mendiskriminasi siapapun karena semuanya sudah ada sistem yang baku. Mulai dari hukuman denda dan deportasi serta di-blacklist tidak bisa masuk Arab Saudi.

    Menurut Agus, pengalaman selama 5 tahun melayani WNI di Arab Saudi, kebiasaan penyelesaian WNI yang overstay dan pelanggaran keimigrasian harus melalui proses pengambilan biometrik di kantor-kantor tarhil (deportasi) Arab Saudi. Setelah itu, kata dia, baru diterbitkan exit permit atau izin kleuar dengan status deportan. "Gate kepulangan untuk deportan ini juga tidak melalui gate konvensional," katanya.

    Mengenai pencekalan Rizieq Shihab, Agus menegaskan bahwa hanya otoritas pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang bisa menjawabnya. Karena Kerajaan Arab Saudi lah yang paling tahu pelanggaran apa saja yang dilakukan Rizieq Shihab. "Pemerintah Indonesia tidak pernah menghalang-halangi kepulangan MRS," kata Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.