Cerita Prabowo Terjebak Demo Omnibus Law: Banyak yang Dadah-dadah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berdasarkan LKHPN 2018, total kekayaan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencapai Rp 1.9 Triliun. Secara Rinci, Prabowo memiliki 10 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 230.4 miliar, tujuh kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua senilai Rp 1.4 miliar.  Mantan Danjen Kopassus ini memiliki surat berharga dengan nilai Rp 1.7 triliun. TEMPO/Subekti.

    Berdasarkan LKHPN 2018, total kekayaan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencapai Rp 1.9 Triliun. Secara Rinci, Prabowo memiliki 10 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 230.4 miliar, tujuh kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua senilai Rp 1.4 miliar. Mantan Danjen Kopassus ini memiliki surat berharga dengan nilai Rp 1.7 triliun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya terjebak di kerumunan aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober lalu. Menurut Prabowo, sebagian besar peserta aksi unjuk rasa masih bersikap baik lantaran mau membuka jalan untuk mobilnya melintas.

    "Kemarin saya juga agak terperangkap dengan massa, tapi mereka buka jalan. Ya masih banyak yang apa itu, dadah ke saya, lihat mobil saya, anak-anak itu ada juga yang hormat," kata Prabowo dalam video yang dilansir Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Senin, 12 Oktober 2020.

    Prabowo menilai para peserta aksi penolakan  omnibus law memiliki niat yang baik. Namun di sisi lain ia menganggap ada dalang yang tak bertanggung jawab di balik aksi itu.

    Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengaku prihatin akan hal itu. Ia menyebut ada pihak yang menganjurkan anak-anak muda untuk demo menolak UU Cipta Kerja, padahal saat ini tengah kondisi pandemi Covid-19.

    Prabowo mengatakan ada banyak peserta aksi yang tak memakai masker saat aksi memprotes omnibus law. Antarpeserta juga tak menjaga jarak satu sama lain. "Saya kira mereka itu niatnya baik, anak-anak itu. Tapi ada yang panas-panasin," ujar Prabowo.

    Menurut Prabowo, kondisi pandemi Covid-19 saat ini mesti diatasi terlebih dulu. Ia lebih mengajak masyarakat untuk mengawal pelaksanaan UU Cipta Kerja. Jika pelaksanaannya tak bagus, ujar dia, masyarakat bisa mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

    "Bawalah ke judicial review, ke MK, sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi. Jadi marilah kita berpikir dengan tenang, dengan sehat, dengan kekeluargaan," katanya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.