3 Perusahaan Pembuat Vaksin Covid-19 Siap Masuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) berbincang dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) sebelum memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 20 Juli 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) berbincang dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) sebelum memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 20 Juli 2020. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, menyatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan agar peta jalan (roadmap) vaksinasi Covid-19 segera dirampungkan pekan ini.

    "Tadi, bapak presiden meminta agar roadmap pemberian vaksin diselesaikan minggu ini," ujar Airlangga usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin presiden via video konferensi, Senin, 12 Oktober 2020. Sejauh ini, kata Airlangga, Komite Penanganan Covid-19 sudah memetakan sasaran penerima vaksin, pembiayaan dan pengadaan vaksin, berikut jadwal dan anggaran vaksin Covid-19.

    Beberapa perusahaan pembuat vaksin, ujar Airlangga, telah menyampaikan komitmen untuk memasok vaksin Covid-19, seperti Sinovac, Sinopharm, dan Cansino. Pembelian dan penyerahan vaksin akan dilakukan setelah uji klinis fase 3 diselesaikan. Beberapa perusahaan lainnya masih dalam tahap pembicaraan, seperti Astrazeneca, Novavax, Pfizer, dan CEPI.

    "Sinopharm akan memasok 15 juta dosis vaksin pada 2020. Kemudian Cansino menjanjikan kita sekitar 100 ribu di akhir Desember dan tahun depan sekitar 15 juta dosis. Lalu dari Astrazenica 100 juta dosis," ujar Airlangga.

    Pembelian vaksin memerlukan pembayaran uang muka (down payment). Perpres 99/2020 memberikan dasar bagi pemerintah untuk melakukan pembayaran uang muka dalam pembelian vaksin yang masih dalam tahap penyelesaian uji klinis.

    Dana untuk pembelian vaksin sudah dianggarkan dan menjadi bagian dari anggaran PEN. Perkembangan yang sedang diselesaikan adalah menyiapkan pembayaran uang muka untuk pembelian vaksin Astra Zaneca 50 pct dari 100 juta dengan dana yang disediakan USD 250 juta atau Rp 3,7 triliun.

    Lalu finalisasi perjanjian (MoU) dengan perusahaan-perusahaan penyedia vaksin Covid-19 yang akan melakukan kerjasama dengan BUMN, seperti Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Novavax, dan sebagainya. Sementara pengadaan vaksin atau bahan baku Sinovac, Sinovarm ditangani melalui BUMN PT Biofarma.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menekan Penularan Covid-19 di Lokasi Wisata

    Pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pada liburan akhir tahun dengan beberapa upaya. Berikut detailnya.