Ossy Dermawan Risih dengan 2 Poin Pendapat Ferdinand Hutahaean Sebelum Mundur

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 April 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan enggan menanggapi alasan Ferdinand Hutahaean keluar dari partainya. Ossy hanya mengatakan ia tak sependapat dengan dua poin pernyataan Ferdinand.

    "Saya tidak sependapat atas dua pernyataan Ferdinand tersebut. Namun karena yang bersangkutan sudah keluar dari Partai Demokrat secara baik-baik, saya pikir tidak baik jika dilanjutkan berdebat kusir di media," kata Ossy kepada Tempo, Ahad malam, 11 Oktober 2020.

    Ossy mengatakan mengetahui Ferdinand mundur dari pernyataan terbukanya pada Sabtu kemarin. Namun Ferdinand belum mengirim surat pengunduran diri secara resmi.

    "Suratnya mungkin besok (hari ini)," ujar Ossy.

    Ferdinand mengaku mundur dari Demokrat lantaran berbeda sikap dan pandangan terkait sejumlah isu dengan para pengurus partai di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono itu. Puncaknya, kata dia, yakni isu Undang-undang Cipta Kerja.

    Menurut Ferdinand, omnibus law itu justru sangat Pancasilais. Sebaliknya, Demokrat menilai UU Cipta Kerja bermasalah dan menolaknya di rapat paripurna.

    Ia juga mengaku tak nyaman dengan cara kepengurusan AHY mengelola partai. Menurut dia, partai berlambang bintang mercy itu tak kunjung jelas arahnya.

    "Maka saya bersikap untuk pergi dan mundur," ujar Ferdinand kepada Tempo, Minggu 11 Oktober 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.