Sudah Tiba di Papua, TGPF Intan Jaya Segera Periksa Saksi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benny Mamoto. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Benny Mamoto. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Penembakan Intan Jaya yang sedang berada di Papua, terus menggali informasi baik di Sugata, Intan Jaya maupun di Jayapura. Selanjutnya, TGPF Intan Jaya akan mengunjungi TKP dan bertemu dengan sejumlah saksi di lapangan.

    Tim di Sugata di bawah Benny Mamoto yang merupakan Ketua TGPF yang juga Ketua Komisi Kepolisian Nasional, bertemu dengan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni beserta Forkopimda, Komandan Korem Papua, dan Direktur Reserse Umum Polda Papua.

    “Kami mendapat banyak masukan untuk menjadi bahan kami perdalam, kami elaborasi lagi dengan bertemu langsung dengan para saksi yang akan kami laksanakan berikutnya," ujar Benny dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Benny Mamoto bersama rombongan TGPF akan menggelar pertemuan lanjutan, untuk memperdalam berbagai informasi terkait penembakan yang terjadi dari tanggal 16-19 September lalu.

    "Hari berikutnya kami harus turun ke TKP kemudian kami harus melihat rekontruksinya, melihat medannya, sehingga apa yang tertuang di berita acara kesaksian-kesaksian bisa terkonfirmasi dengan kondisi di lapangan," ujar Benny.

    Tim di Intan Jaya ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, agama, adat, dan tokoh kampus. Selain itu, terdapat pula dari unsur Kepolisian, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

    Dari kalangan tokoh agama ada pendeta Henokh Bagau, Jhony Nelson Simanjuntak dari PGI, serta Samuel Tabuni dan Victor Abraham dari tokoh masyarakat.

    Dari unsur kampus ada Sosiolog UGM Bambang Purwoko, ahli hukum Universitas Udayana Dewa Gede Palguna dan Apolo Safanpo dari Uncen Jayapura. Ada pula wakil ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dan Deputi Polhukam KSP, Jaleswari Pramodhawardani.

    Adapun tim di Jayapura di bawah Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo yang merupakan Deputi 3 Kemenko Polhukam. Di sana ia bertemu dengan sejumlah pihak termasuk Polda Papua, Kodam Papua, Binda Papua, Lantamal, Lanud dan BAIS Papua.

    Sugeng Purnomo mengapresiasi seluruh pihak yang dalam upaya pencarian informasi, dan menekankan juga bahwa TGPF juga ingin memperdalam tidak hanya penembakan pendeta Yeremia semata, namun juga berbagai kekerasan dan penembakan yang terjadi sepanjang bulan September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.