Ganjar Nilai Perlu Ada Protokol Kesehatan Khusus untuk Klaster Pesantren

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah santri antre memasuki kawasan Pondok Pesantren (ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 4 Juli 2020. Tahap kedua kedatangan santri ke ponpes terbesar se-Jawa Timur tersebut sejumlah 10 ribu santri berdatangan usai libur panjang akibat pandemi COVID-19. ANTARA/Prasetia Fauzani

    Sejumlah santri antre memasuki kawasan Pondok Pesantren (ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 4 Juli 2020. Tahap kedua kedatangan santri ke ponpes terbesar se-Jawa Timur tersebut sejumlah 10 ribu santri berdatangan usai libur panjang akibat pandemi COVID-19. ANTARA/Prasetia Fauzani

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai perlu ada penerapan protokol kesehatan khusus serta kerja sama antara pemerintah dengan para ulama dan pengasuh dalam menangani klaster Covid-19 di sejumlah pondok pesantren.

    "Kuncinya ada di para kiai, nyai, sesepuh, kemudian peran Kemenag menjadi penting, ulama bisa bertemu untuk sama-sama buat aturan protokol di pesantren. Nah setelah itu nanti akan kita ketahui kekurangannya apa," kata Ganjar di Semarang, Ahad, 4 Oktober 2020.

    Ganjar mengatakan penanganan Covid-19 di pondok pesantren harus dilakukan dengan cepat mengingat ponpes menjadi salah satu tempat yang berpotensi menjadi klaster. "Sebenarnya itu terjadi ya sama kayak di kantor juga, maka jangan kemudian diberikan stempel-stempel yang berlebihan, maka kita siap untuk membantu," kata dia.

    Sampai saat ini, kata Ganjar, pengecekan penerapan protokol kesehatan terus dilakukan. Bahkan secara khusus, Gerakan Jogo Santri terus digencarkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

    Sementara itu, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, meminta pihak terkait tidak memulangkan para santri pondok pesantren di beberapa kabupaten yang menjadi klaster baru Covid-19 guna mengantisipasi meluasnya penyebaran ke daerah lain. "Kalau dipulangkan, khawatirnya mereka akan memberikan penyebaran di kampungnya masing-masing," ujarnya.

    Gus Yasin juga meminta seluruh pengasuh pondok pesantren yang menjadi klaster Covid-19 agar berkoordinasi dengan tim gugus tugas setempat. "Laporkan ke kami, kami akan bantu apa yang diperlukan pondok pesantren dalam rangka penanganan ini," kata dia.
    Jawa Tengah mencatat munculnya sejumlah klaster pesantren, diantaranya di Batang, Kendal, Kebumen dan Banyumas.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.