Inilah Daftar 22 Koruptor yang Hukumannya Dikorting Mahkamah Agung

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berdiskusi dengan penasehat hukumnya sebelum mengikuti sidang lanjutan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis 26 Juli 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berdiskusi dengan penasehat hukumnya sebelum mengikuti sidang lanjutan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis 26 Juli 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan ada lebih dari 20 koruptor yang hukumannya dikorting Mahkamah Agung. Pengurangan itu terjadi di tingkat Peninjauan Kembali dalam periode hanya 2019-2020. “Kami mencatat hingga saat ini sekitar 20 perkara yang ditangani KPK sepanjang 2019-2020 hukuamannya dipotong,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Menurut penelusuran, sedikitnya ada 23 nama koruptor yang hukumannya telah dikurangi oleh MA baik di tingkat Peninjauan Kembali, maupun kasasi. Berikut adalah nama-nama napi korupsi yang potongannya dihukum MA:

    1. Eks Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud dari 6 tahun menjadi 4 tahun 6 bulan
    2. Choel Mallarangeng, dari 3 tahun 6 bulan, menjadi 3 tahun
    3. Eks Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun dari 2 tahun 9 bulan jadi 2 tahun
    4. Eks Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro dari 3 tahun 6 bulan jadi 2 tahun
    5. Pengusaha Hadi Setiawan, dari 4 tahun jadi 3 tahun
    6. Eks Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi, 6 tahun jadi 4 tahun
    7. Pengacara OC Kaligis, dari 10 tahun jadi 7 tahun
    8. Mantan Ketua DPD, Irman Gusman, dari 4 tahun 6 bulan menjadi 3 tahun
    9. Helpandi, dari 7 tahun menjadi 6 tahun
    10. Eks Anggota DPRD DKI, M Sanusi dari 10 tahun menjadi 7 tahun
    11. Eks Panitera PN Jaksel, Tarmizi, dari 4 tahun menjadi tiga tahun
    12. Mantan Hakim MK, Patrialis Akbar dari 8 tahun menjadi 7 tahun
    13. Tamin Sukardi, dari 6 tahun jadi 5 tahun penjara
    14. Eks Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip dari 4 tahun 6 bulan jadi 2 tahun
    15. Eks Panitera Pengganti Pengadilan Bengkulu, Badaruddin Bachsin dari 8 tahun jadi 5 tahun
    16. Mantan Anggota DPR Adriatma Dwi Putra, 5,5 tahun jadi 4 tahun
    17. Eks Wali Kota Kendari Asrun, dari 5,5 tahun menjadi 4 tahun
    18. Eks Panitera PN Jakarta Utara, Rohadi, 7 tahun jadi 5 tahun
    19. Mantan Anggota DPR Musa Zainuddin, 9 tahun jadi 6 tahun
    20. Kasus e-KTP, Sugiharto dari 15 tahun jadi 10 tahun
    21. Kasus e-KTP, Irman dari 15 tahun jadi 12 tahun
    22. Eks Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dari 14 tahun jadi 8 tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Kasus Rangga, Bocah Yang Cegah Ibu Diperkosa

    Pada Kamis, 15 Oktober 2020, tagar #selamatjalanrangga trending di Facebook dan Twitter.