Kasus Penembakan Pendeta Yeremia, Mahfud Md: Keluarga Tolak Pemeriksaan Jenazah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Menko, Menteri, aparat penegak hukum, dan sejumlah lembaga pengawas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020. Foto: Humas Menko Polhukam

    Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Menko, Menteri, aparat penegak hukum, dan sejumlah lembaga pengawas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020. Foto: Humas Menko Polhukam

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan bahwa pemerintah kesulitan untuk memeriksa jenazah Pendeta Yeremia Zanambani, yang tewas di Intan Jaya, Papua. Mahfud mengatakan ada penolakan dari keluarga yang membuat pemeriksaan tak dapat berjalan.

    "faktanya, sampai sekarang kita itu tidak pernah punya akses untuk memeriksa jenazah. Keluarganya gak boleh, memberikan begitu," ujar Mahfud dalam konferensi pers, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Mahfud pun mengatakan hal ini membuat klaim pihak gereja bahwa Yeremia tewas di tangan aparat keamanan, menjadi sulit dibuktikan. Hal ini, diperparah dengan langkah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyebarkan foto jenazah dan menuding TNI adalah pembunuhnya.

    "Kadangkala kita disesatkan oleh narasi yang dibuat secara sepihak oleh provokasi, gambar-gambar ketika Pendeta Yeremia tersungkur dan sebagainya. Itu mereka bisa sebarkan," kata Mahfud.

    Mahfud mengatakan jika pun memaksa memeriksa jenazah, juga tetap akan disalahkan. Pemerintah akan dituding melakukan pemaksaan dan disebut tindak kekerasan jika melakukan hal tersebut.

    Kematian Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, memicu pemerintah untuk membentuk tim investigasi gabungan. Pihak gereja menuding aparat keamanan sebagai dalang kasus penembakan tersebut. Sementara TNI menyebut KKB adalah pelaku sebenarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.